Triwulan I 2026: 246 Kecelakaan Terjadi di Bojonegoro, Human Error Jadi Penyebab Dominan

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas

FAKTAJATIM.ID – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bojonegoro mencatat angka kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026.

Sebanyak 246 kasus kecelakaan telah ditangani di wilayah hukum setempat dengan faktor kelalaian manusia sebagai pemicu utama.

Kasatlantas Polres Bojonegoro, AKP Satria Dwi Aryanto, mengungkapkan bahwa mayoritas insiden tersebut bermuara pada perilaku pengendara di jalan raya.

“Laka lantas yang telah ditangani selama triwulan pertama 2026 sejumlah 246 kasus, penyebabnya kebanyakan karena human error,” kata AKP Satria di Bojonegoro, Senin (20/4/2026).

Berdasarkan data statistik yang dirilis, tren kecelakaan menunjukkan angka yang fluktuatif namun tetap tinggi di setiap bulannya:

  • Januari: 78 peristiwa (12 meninggal dunia, 131 luka ringan).

  • Februari: 85 kejadian (10 meninggal dunia, 128 luka ringan, 1 luka berat).

  • Maret: 83 kejadian (15 meninggal dunia, 140 luka ringan, 1 luka berat).

Merespons kondisi tersebut, Satlantas Polres Bojonegoro terus mengupayakan berbagai langkah preventif, mulai dari edukasi dini hingga perbaikan infrastruktur jalan.

AKP Satria menjelaskan bahwa pihaknya telah mengintensifkan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat.

“Supaya semua pihak terlibat dalam meminimalkan kejadian laka lantas, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas,” jelasnya.

Upaya ini mencakup imbauan langsung serta program edukasi yang menyasar institusi pendidikan.

Menurut AKP Satria, pihaknya telah melakukan langkah sosialisasi ke sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi guna menanamkan disiplin berlalu lintas sejak dini.

Selain fokus pada faktor manusia, Satlantas Polres Bojonegoro juga memperkuat sinergi lintas sektoral untuk memastikan sarana prasarana jalan mendukung keamanan berkendara.

Koordinasi intensif dilakukan bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum terkait teknis di lapangan.

Pihaknya berkoordinasi mengenai pemasangan rambu, marka jalan, hingga optimalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) di titik-titik rawan kecelakaan di wilayah Bojonegoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *