FAKTAJATIM.ID – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) resmi mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026.
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan listrik dari sumber energi terbarukan di tengah proyeksi lonjakan konsumsi energi nasional menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, menyatakan bahwa pengaktifan satgas ini bertujuan untuk memastikan seluruh fasilitas energi bersih, mulai dari panas bumi hingga tenaga surya, beroperasi tanpa gangguan selama periode puncak aktivitas masyarakat.
Baca Juga : Pertamina Group Beberkan Kesiapan Hadapi Idulfitri 2026 dan Arus Mudik-Balik Lebaran
“Pengaktifan Satgas RAFI sangat vital guna memastikan seluruh aset dan operasional energi bersih yang dikelola Pertamina NRE tetap berjalan andal dan aman, sehingga dapat terus mendukung pasokan listrik nasional selama Ramadan hingga Idul Fitri,” ujar Rika dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
Pantau 2.551 MW Secara Real-Time
Pertamina NRE saat ini mengelola portofolio energi bersih dengan total kapasitas terpasang mencapai 2,551 GW. Kekuatan energi ini bersumber dari berbagai lini, di antaranya:
PLTGU Jawa Satu: Kapasitas 1.760 MW melalui afiliasi PT Jawa Satu Power (JSP).
Panas Bumi (Geothermal): Kapasitas 727,5 MW yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) di enam wilayah kerja (Kamojang, Karaha, Ulubelu, Lahendong, Lumut Balai, dan Sibayak).
Tenaga Surya (PLTS): 261 unit pembangkit dengan total kapasitas 55,69 MW.
Bioenergi: Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berkapasitas 2,4 MW.
Untuk mengawal kapasitas besar tersebut, perusahaan memanfaatkan sistem digital New Renewable Energy Optimization and Visualization (NOVA). Teknologi ini memungkinkan tim di kantor pusat Jakarta melakukan pemantauan kondisi aset di lapangan secara real-time dan terintegrasi selama 24 jam penuh.
Kesiagaan Personel dan Respons Darurat
Selain penguatan teknologi, Pertamina NRE juga memperketat prosedur keamanan dan kesiapan personel di lapangan.
Langkah ini mencakup penyiapan skema emergency response untuk mengantisipasi situasi kritis atau gangguan teknis yang mungkin terjadi pada sistem kelistrikan selama masa libur panjang.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar Pertamina Group dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Fokus utama satgas adalah menjamin agar transisi menuju energi bersih tetap konsisten memberikan kontribusi nyata bagi keandalan listrik masyarakat, terutama saat beban puncak Idul Fitri berlangsung.















