Sambut Ramadan, Yakesma Luncurkan Program “Berkah Bahagia untuk Semesta”

Gelaran Indonesian CollaborAction Forum 2026 yang diselenggarakan di Ballroom Plaza Halal Network Internasional (HNI), Duren Sawit, Jakarta Timur, , Rabu (11/02/2026)/mut.

FAKTAJATIM.ID – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Yakesma menargetkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp180 miliar pada tahun 2026. Target ini meningkat Rp50 miliar dibanding capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp130 miliar.

Hal ini diungkapkan CEO Laznas Yakesma, Dr. Romdlon Hidayat, dalam ajang Indonesian CollaborAction Forum 2026 yang berlangsung di Ballroom Plaza Halal Network International (HNI), Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (11/02/2026).

“Dengan peningkatan target penghimpunan dana dan perluasan program strategis, Yakesma berharap dapat terus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, baik di dalam negeri maupun di tingkat global,” kata Romdlon.

Dalam forum yang menghadirkan berbagai mitra strategis itu, Yakesma sekaligus memperkenalkan tagline khusus menyambut Ramadan 2026, yakni “Berkah Bahagia untuk Semesta.”

“Selama Ramadan kami akan menjalankan berbagai program rutin diantaranya berbagi paket Ramadan dan Lebaran bagi kaum dhuafa, guru-guru gaji, ustadz, kegiatan iftar, dan berbagi takjil,” ungkap Romdlon.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa fokus utama penyaluran dana ZIS yang dihimpun Yakesma pada tahun 2026 ini akan diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi masyarakat, sejalan dengan target pemerintah dalam pengentasan kemiskinan ekstrem.

Selain penguatan sektor ekonomi, Yakesma juga menempatkan bidang pendidikan sebagai prioritas. Program beasiswa akan terus diperluas, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi, khususnya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Prioritas Pemulihan Aceh dan Dukungan untuk Palestina

Dalam aspek kemanusiaan, Yakesma memusatkan perhatian pada dua wilayah utama, yakni pemulihan pascabencana di Aceh serta bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

Di Aceh, Yakesma terlibat aktif dalam proses pemulihan dengan menghadirkan berbagai program, mulai dari renovasi rumah warga, pembangunan hunian sementara (huntara), layanan kesehatan, hingga pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Romdlon menegaskan bahwa kehadiran Yakesma di Aceh bukan sekadar bantuan jangka pendek, melainkan upaya menyeluruh untuk membangun kembali kehidupan masyarakat yang terdampak.

Sementara untuk bantuan kemanusiaan internasional, Yakesma memperluas cakupan dukungan tidak hanya di wilayah Gaza, tetapi juga hingga ke kamp-kamp pengungsian di negara sekitar seperti Suriah. Bantuan difokuskan pada kebutuhan dasar serta dukungan keberlanjutan bagi para pengungsi.[mut]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *