FAKTAJATIM.ID – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai mematangkan persiapan operasional Pasar Induk Banyuwangi seiring dengan progres revitalisasi fisik yang telah menyentuh angka 95 persen.
Tak sekadar tempat transaksi jual-beli, pasar yang terletak di jantung kota ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi sekaligus ikon pariwisata baru.
Langkah awal penataan dimulai dengan sosialisasi kepada puluhan pedagang di zona basah, meliputi pedagang daging, ikan, buah, hingga sayuran.
Konsep Pasar Wisata dan Penataan Zonasi
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Suratno, menjelaskan bahwa pasar ini akan mengadopsi standar yang berbeda dari pasar rakyat pada umumnya.
Area pasar akan dibagi secara tegas ke dalam zona basah, zona kering, hingga area kuliner yang terintegrasi.
“Pasar Banyuwangi tidak hanya difungsikan sebagai pasar rakyat biasa, tetapi juga diproyeksikan menjadi ikon sekaligus destinasi wisata,” ujar Suratno di Banyuwangi, Kamis (16/4).
Selain lapak pedagang, kawasan ini nantinya akan dilengkapi dengan pusat oleh-oleh, suvenir, kerajinan khas, serta ruang terbuka untuk atraksi festival. Suratno menekankan pentingnya perubahan kultur pedagang dalam menyambut konsep baru ini.
“Konsep yang baru ini, harapan kami akan berdampak positif pada para pedagang, dan pasar menjadi jujukan warga dan wisatawan Banyuwangi, kami harap pedagang juga mulai mengubah standar kebersihan, higienitas dan perilaku pedagang yang lebih ramah pengunjung,” tambahnya.
Target Rampung dan Sistem Penempatan
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskoperindag) Banyuwangi, Nanin Oktaviatie, menargetkan seluruh pekerjaan konstruksi selesai pada April 2026.
Meski begitu, para pedagang belum bisa langsung masuk karena proses penyerahan aset dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ke pemerintah daerah masih memerlukan waktu.
“Waktu penyerahan belum bisa dipastikan, tapi pedagang berharap bisa menempati pasar setidaknya akhir tahun ini, dan kami juga terus mendorong percepatan dari pemerintah pusat,” jelas Nanin.
Nanin merinci terdapat sekitar 801 los yang disediakan bagi pedagang lama (existing).
Agar adil, proses penempatan nantinya akan menggunakan sistem undian berdasarkan zona yang telah ditentukan.
Antusiasme Pedagang
Perubahan wajah pasar ini mendapat respon hangat dari para pedagang.
Lutfi, salah seorang pedagang, mengaku optimistis bahwa fasilitas yang lebih lengkap dan akses jalan yang lebih lebar akan meningkatkan kenyamanan pengunjung.
“Semoga Pasar Banyuwangi lebih baik lagi, pengunjung senang datang, kami pun senang karena dagangan bakal laku,” ungkap Lutfi.
Pemkab Banyuwangi berharap sinergi antara fasilitas modern dari pemerintah dan perubahan perilaku pedagang dapat menghidupkan kembali denyut ekonomi di kawasan kota dengan suasana yang lebih bersih dan menarik bagi pelancong.















