Daerah  

Tembus Pasar Global, Sarden Banyuwangi Senilai Rp10 Miliar Diekspor ke Eropa hingga Afrika

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor 270 ton ikan sarden produksi Muncar, Banyuwangi, senilai Rp10 miliar ke berbagai negara./Dok. Antara

FAKTAJATIM.ID — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor 270 ton ikan sarden produksi Banyuwangi ke berbagai negara dengan total nilai mencapai Rp10 miliar.

Pelepasan komoditas siap saji ini dilakukan di fasilitas produksi yang terletak di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.

Gubernur Khofifah menyatakan bahwa pergeseran dinamika global saat ini justru membuka peluang baru bagi industri pengolahan makanan dalam negeri.

“Ketika terjadi dinamika global di berbagai negara, kebutuhan ikan siap saji justru meningkat. Ini menjadi peluang besar bagi PT Pacific Harvest untuk terus memperluas pasar ekspor,” kata Khofifah, Jumat.

Pengiriman luar negeri ini menjangkau sejumlah kawasan mulai dari Eropa, Afrika, Uni Emirat Arab (UAE), Tanzania, Lebanon, hingga Kamboja.

Baca Juga: Perkuat Posisi Powerhouse Perdagangan, Khofifah Bidik Ekspansi Pasar Jawa Timur di Malaysia

Menurut Khofifah, perluasan jangkauan pengiriman tersebut menjadi indikator positif bagi perkembangan industri pengolahan hasil perikanan di wilayah Banyuwangi.

“Meningkatnya permintaan ikan siap saji di pasar global menjadi peluang yang harus dimanfaatkan pelaku industri nasional,” tambah Gubernur Khofifah.

Direktur Marketing PT Pacific Harvest Indonesia, Sherly Indrawati Aminoto, menjelaskan bahwa total pengiriman kali ini mencakup 10 kontainer, di mana masing-masing kontainer memuat 27 ton sarden.

Sherly mengakui adanya tekanan dari sisi operasional, terutama lonjakan biaya logistik ekspor ke kawasan Timur Tengah yang naik signifikan dari 700 dolar AS menjadi 5.000 dolar AS per kontainer akibat situasi geopolitik global.

Kendati demikian, kinerja ekspor perusahaan diklaim tetap stabil berkat strategi penyebaran wilayah distribusi.

“Pasar kami tidak hanya Timur Tengah, tetapi juga Eropa, Afrika, Jepang, Australia, hingga negara-negara lain. Diversifikasi pasar membuat kami tetap bisa bertumbuh meski ada tantangan global,” jelas Sherly.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, Sherly menambahkan bahwa perusahaan tengah menjajaki dan membuka pasar-pasar baru di wilayah potensial lain, seperti Meksiko, Korea Selatan, Portugal, Spanyol, hingga beberapa negara di Amerika Latin.

Strategi ini diharapkan dapat terus memperluas volume ekspor produk olahan hasil laut asal Banyuwangi di pasar internasional.

Baca Juga: Pertamina Bangun Ekosistem SAF Tersertifikasi Global, Siap Ekspor ke Eropa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *