FAKTAJATIM.ID – Gelombang ketegangan di perairan Timur Tengah kembali pecah. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengambil langkah tegas dengan menahan dua kapal kargo komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Tindakan dramatis ini memicu perhatian dunia karena kedua armada tersebut dicurigai kuat memiliki afiliasi dengan Israel.
Berdasarkan laporan terkini dari Anadolu Agency pada Sabtu (25/4/2026), informasi penyitaan ini pertama kali disiarkan oleh Mehr News Agency pada Jumat (24/4) waktu setempat.
Pihak IRGC tidak tinggal diam dan merilis identitas kedua kapal tersebut, yakni MSC-Francesca dan Epaminondas. Keduanya beroperasi di bawah naungan raksasa pengiriman peti kemas, Mediterranean Shipping Company (MSC).
Alasan di balik insiden penyitaan ini cukup serius. Otoritas Iran secara resmi menuduh armada komersial ini beroperasi secara ilegal tanpa izin resmi, melanggar peraturan maritim, serta mengganggu kelancaran sistem navigasi di kawasan tersebut.
Menurut Mehr News Agency, armada tersebut diduga bermanuver senyap untuk melintasi Selat Hormuz tanpa terdeteksi, sebelum berhasil dicegat dan ditarik paksa menuju teritorial Iran.
Eskalasi militer ini sejatinya adalah buntut panjang dari konflik terbuka. Aktivitas perlintasan di jalur strategis Selat Hormuz memang telah dibatasi secara efektif oleh Teheran sejak pecahnya perang melawan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Iran bersikeras mempertahankan kendali absolut atas urat nadi pasokan energi global tersebut. Sebagai respons atas cengkeraman Teheran, langkah balasan pun diambil.
Pada 13 April lalu, Amerika Serikat melalui perintah Presiden Donald Trump resmi memberlakukan blokade laut yang ketat. Blokade ini menargetkan perairan sekitar pelabuhan Iran guna menekan Teheran agar segera membuka akses perairan internasional tersebut.[dit]















