FAKTAJATIM.ID – Pemerintah Kota Kediri terus menggencarkan upaya penekanan angka stunting melalui edukasi pengolahan pangan yang inovatif.
Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), puluhan kader Posyandu diberikan pelatihan fortifikasi pangan guna meningkatkan kualitas gizi pada menu pendamping ASI (MPASI) dan makanan balita.
Kepala Disperdagin Kota Kediri, Moh. Ridwan, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas masih ditemukannya kasus stunting di wilayah Kota Kediri.
Para kader diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengubah pola konsumsi masyarakat menjadi lebih sehat.
“Dengan kegiatan ini, kader Posyandu diharapkan mampu mengedukasi masyarakat, khususnya orang tua balita, untuk menyajikan menu beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA),” ujar Ridwan di Kediri, Sabtu (25/4).
Edukasi Pengolahan Ikan dan Kelayakan Pangan
Selain materi teknis mengenai fortifikasi, pelatihan ini juga menyoroti rendahnya tingkat konsumsi ikan di Kota Kediri.
Para peserta diajarkan cara mengolah ikan air tawar agar lebih menarik dan disukai oleh anak-anak. Ridwan menekankan pentingnya peran kader untuk menjangkau kelompok ibu hamil yang selama ini belum aktif datang ke Posyandu.
“Harapannya, balita di Kota Kediri dapat tumbuh sehat dan terhindar dari masalah kesehatan di masa depan,” tambah Ridwan.
Ia juga menargetkan keberhasilan program ini dapat membawa Kota Kediri mencapai status “zero stunting”.
Pelatihan ini melibatkan narasumber lintas sektor, mulai dari ahli gizi Universitas Negeri Surabaya, Dinas Kesehatan, hingga pakar kewirausahaan dari Universitas Islam Kediri.
Selain aspek kesehatan, Pemkot juga mendorong peserta dari kelompok masyarakat desil 1–4 yang telah bersertifikat untuk memanfaatkan peluang akses bantuan modal usaha di masa depan.
Sinergi Berkelanjutan
Ketua TP PKK Kota Kediri, Ning Faiqoh Azizah Muhammad, memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program ini.
Menurutnya, ilmu yang didapat para kader harus segera dipraktikkan dan disebarluaskan ke tingkat rumah tangga, terutama bagi ibu menyusui dan ibu hamil.
“Dengan sinergi dan upaya berkelanjutan, diharapkan kualitas kesehatan generasi mendatang di Kota Kediri semakin meningkat,” kata Ning Faiqoh.
Kegiatan ini ditutup dengan lomba memasak kreatif untuk menguji kemampuan kader dalam menyajikan menu yang tidak hanya bergizi, tetapi juga unggul secara rasa dan tampilan.
Dengan penguatan kompetensi kader ini, Pemkot Kediri optimistis fondasi kesehatan generasi penerus di Bumi Panjalu akan semakin kokoh.













