FAKTAJATIM.ID – Sebuah kapal motor (KM) Gracias Tanjung Perak milik CV Pesona Mandiri hangus terbakar saat tengah menjalani perbaikan rutin di Dermaga UPT P3 Pantai Perikanan Mayangan (PPM), Kota Probolinggo, Senin (20/4/2026).
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat insiden ini ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Kronologi Kejadian
Kebakaran bermula saat aktivitas perbaikan pipa dan pengelasan di ruang mesin yang dilakukan oleh bengkel rekanan sejak pukul 13.00 WIB.
Setelah pekerjaan dianggap selesai pada pukul 14.50 WIB, para pekerja turun meninggalkan kapal. Namun, hanya berselang lima menit, nakhoda kapal melihat kepulan asap tebal dari arah buritan.
Api diduga kuat dipicu oleh percikan api las yang menyambar material mudah terbakar serta tangki penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di ruang mesin.
Upaya pemadaman awal sempat dilakukan oleh kru kapal dan petugas pelabuhan menggunakan APAR, sebelum akhirnya bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran tiba.
Kabid Damkar Pemkot Probolinggo, Tri Setyo Anggodo, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan darurat melalui call center 112 sekitar pukul 15.10 WIB.
“Kami menerima laporan adanya kebakaran kapal pencari ikan di kawasan Pelabuhan PPM. Tim langsung bergerak ke lokasi dengan tiga unit mobil damkar. Api cepat dikendalikan karena kami dibantu ABK menggunakan mesin genset untuk menyedot air laut dan menyemprotkan ke titik api,” ujar Tri Setyo.
Sinergi Pemadaman dan Dampak Kerusakan
Proses pemadaman melibatkan tiga armada mobil damkar Pemkot Probolinggo dengan dukungan dari unsur Polairud, TNI AL, Syahbandar, serta masyarakat sekitar.
Api akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 16.30 WIB setelah petugas melokalisir titik api di sektor mesin agar tidak merembet ke seluruh badan kapal.
Petugas mencatat kerusakan mencapai sekitar 30 persen dari total fisik kapal, terutama terkonsentrasi di bagian belakang.
Penasehat Nelayan Mayangan, Hermanto, menyebutkan bahwa kapal pengangkut ikan yang biasa beroperasi di wilayah Dobo, Maluku tersebut sedang dalam masa perawatan rutin.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk kerugian ditaksir ratusan juta hingga sekitar Rp1 miliar,” kata Hermanto saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Penyelidikan Lebih Lanjut
Meski api telah padam, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Pihak Damkar juga sempat menyiagakan unit ambulans di lokasi untuk mengantisipasi adanya korban luka selama proses evakuasi.
Hingga berita ini diturunkan, area di sekitar dermaga telah dipasangi garis pembatas guna kepentingan olah TKP oleh pihak kepolisian untuk mendalami prosedur keamanan kerja saat proses pengelasan berlangsung.













