Daerah  

Jawa Timur Siaga Mudik 2026: Khofifah Tekankan Koordinasi Lintas Sektor dan Modifikasi Cuaca

(Dok. lensajatim.id)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah menggelar pasar murah di Wonocolo, Surabaya pada Kamis (26/2/2026). (Dok. lensajatim.id)

FAKTAJATIM.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor guna menjamin kelancaran arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Langkah ini diambil demi mewujudkan perjalanan yang aman, lancar, dan nyaman bagi jutaan pemudik yang akan masuk ke wilayah Jawa Timur.

“Tentu kesiapsiagaan di Apel Ketupat Semeru lalu, kita juga sudah melakukan rapat koordinasi berlapis. Mudah-mudahan semuanya lancar, aman selamat bahagia bersama keluarga,” ujar Khofifah saat ditemui di Surabaya, Selasa (17/3/2026).

Proyeksi 24,9 Juta Pemudik Masuk Jatim

Berdasarkan data proyeksi, Jawa Timur akan menjadi salah satu tujuan utama mudik nasional dengan estimasi 24,9 juta orang atau sekitar 17,3 persen dari total pemudik di Indonesia. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan jatuh pada 27 Maret 2026.

Mengingat tingginya volume kendaraan dan orang, Khofifah menegaskan bahwa fokus kesiapan tidak hanya pada aspek keamanan lalu lintas, tetapi juga mitigasi bencana alam.

Cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor menjadi perhatian serius pemerintah.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Kembali Digelar

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali menjadwalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mulai tanggal 16 hingga 24 Maret 2026.

Fokusnya adalah mengendalikan intensitas hujan, terutama di jalur-jalur utama mudik.

“Pada 5 Desember-10 Februari lalu kita telah melakukan OMC. Dan rencananya akan kita lakukan lagi OMC, dari 16 sampai 24 Maret 2026. Harapannya saat silaturahim nanti, masyarakat bisa melakukan kegiatan dengan suasana yang lebih nyaman dan aman,” jelas Khofifah.

Gubernur juga meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dinas Perhubungan Jatim untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Fasilitas Mudik Gratis dan Layanan Publik

Untuk membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menekan angka kecelakaan roda dua, Pemprov Jatim menyediakan program mudik gratis. Fasilitas ini mencakup daya tampung untuk 9.320 orang menggunakan armada bus dan kapal laut, serta layanan pengangkutan untuk 200 unit sepeda motor.

“Ini sesuatu yang memang kita harapkan layanan kita semaksimal, sebaik, seterjangkau mungkin bagi masyarakat. Oleh karena itu saya juga berpesan agar koneksitas antar-sektor, OPD hingga kepala Rumah Sakit Pemprov Jatim betul-betul terjaga. Sehingga percepatan-percepatan bisa dilakukan,” tegasnya.

Meski kebijakan Work From Anywhere (WFA) diterapkan secara terbatas bagi maksimal 50 persen pegawai selama masa Lebaran, Khofifah memastikan bahwa pelayanan publik kepada masyarakat akan tetap berjalan optimal dan tidak terganggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *