FAKTAJATIM.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya meminta warga untuk menghentikan seluruh aktivitas di sepanjang aliran Kali Jagir, Kecamatan Wonokromo, menyusul beberapa kali adanya laporan kemunculan buaya muara.
Imbauan ini mencakup larangan memancing hingga mandi di kawasan sungai tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, petugas telah memasang papan peringatan waspada buaya di sekitar lokasi sejak 7 Juni 2026.
BPBD juga menyiagakan petugas lapangan guna memastikan keselamatan warga.
“Teman-teman (petugas BPBD) kemarin ya sempat mengimbau masyarakat pakai toa atau megaphone supaya tidak beraktivitas mancing, mandi di sungai. Termasuk kami koordinasi dengan satpamnya Jasa Tirta (di Pintu Air Jagir) untuk bantu supaya kalau ada orang apa beraktivitas di situ supaya dihalau,” ujar Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arif Sunandar, saat dihubungi Senin (13/7/2026).
Baca Juga: 122 RT dan 2 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir, Berikut Titik Lokasinya
Masuk Wilayah Habitat Asli
Pihak BPBD Surabaya menerangkan telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil kajian, kawasan tersebut memang menjadi bagian dari ekosistem asli predator tersebut.
“Kita koordinasi juga sama teman-teman BKSDA. Menurut beliau memang ini ekosistemnya (buaya muara),” tutur Arif.
Karena lokasi tersebut merupakan habitat aslinya, petugas tidak melakukan penangkapan, melainkan fokus pada langkah preventif dan edukasi.
Warga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda kemunculan satwa tersebut.
Peringatan khusus ditujukan bagi para pemancing yang kerap mengabaikan faktor keselamatan saat kondisi pasang surut air sungai.
“Sehingga kami imbau tidak memancing. Kadang kan orang mancingnya biasanya agak turun itu (ke dekat sungai). Nah, itu kalau pas air laut enggak pasang memang bisa ke situ. Tapi kalau sudah airnya pasang biasanya badukan itu enggak kelihatan,” imbaunya.
Viral di Media Sosial dan Catatan Laporan
Sebelumnya, sebuah video yang merekam kemunculan buaya berukuran cukup besar di dekat Pintu Air Jagir sempat viral di media sosial.
Dalam video tersebut, seekor buaya tampak muncul pada siang hari, sementara di dekatnya terlihat seorang warga yang tengah asyik memancing.
Perekam video sempat berteriak memperingatkan pemancing tersebut sebelum buaya kembali masuk ke dalam air.
“Enten bajul nisore jenengan. Niku bajul guede kok, lho mblayu (Ada buaya di bawah kamu. Itu buayanya sangat besar, loh lari),” kata perekam video.
Arif Sunandar mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima dua laporan resmi terkait peristiwa tersebut dari titik yang sama.
“Ada dua kali (laporan). Yang pertama itu pelapornya kebetulan dari kelurahan melaporkan ke kami. Kami langsung datang ke lokasi, ternyata benar. Terus ada laporan lagi, yang lapor warga di situ,” jelas Arif.
Fenomena Baru Pergeseran Habitat
Berdasarkan identifikasi awal oleh tim BPBD Surabaya, buaya yang menampakkan diri tersebut merupakan jenis buaya muara dengan perkiraan panjang mencapai 1,5 hingga 2 meter.
Keberadaan predator di dekat Pintu Air Jagir ini tergolong sebagai fenomena baru, mengingat lokasi kemunculannya berada sekitar 100 meter dari pintu air ke arah timur menuju muara.
“Jenisnya buaya muara. Panjangnya kira-kira 1,5-2 meter. Nah, selama ini juga belum pernah ada kemunculan, baru-baru ini aja di situ. Terakhir itu kan di bawahnya Jembatan Nginden itu, di sana sudah kami pasang papan imbauan (waspada buaya), ternyata sekarang geser ke Pintu Air Jagir,” pungkasnya.
Baca Juga: Waspada! Ini Bahaya Cakaran Kucing bagi Kesehatan















