Daerah  

Lebih dari Agenda Rutin, Khofifah Sebut Pasar Murah Jadi Instrumen Strategis Kendalikan Inflasi Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau stan penjualan beras SPHP saat meninjau pelaksanaan pasar murah Pemprov Jatim di Lapangan Desa Kedungrejo, Kabupaten Banyuwangi./Dok. Pemprov Jatim

FAKTAJATIM.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa penyelenggaraan pasar murah merupakan salah satu instrumen vital dalam mengendalikan inflasi daerah.

Selain menjaga stabilitas harga, program ini juga berfungsi sebagai bentuk perlindungan sosial demi menjamin akses seluruh lapisan masyarakat terhadap bahan pangan pokok.

“Jadi, pasar murah yang digelar Pemprov Jatim tidak hanya sekadar menjadi agenda rutin penjualan bahan pokok di bawah harga pasar, namun lebih dari itu program ini merupakan instrumen strategis pengendalian inflasi daerah,” kata Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan tertulis yang diterima di Banyuwangi, Senin (6/7/2026).

Khofifah memastikan Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus memperluas wilayah pelaksanaan pasar murah demi menjaga daya beli masyarakat.

Salah satu titik yang baru saja sukses digelar adalah pasar murah di Lapangan Desa Kedungrejo, Kabupaten Banyuwangi, pada Jumat (3/7/2026) lalu.

“Ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat terutama mereka yang membutuhkan,” tutur Gubernur Khofifah.

Baca Juga: Cegah Inflasi Pangan, Pemkab Lumajang Integrasikan Teknologi Presisi di Sektor Pertanian

Komoditas Murah yang Menjadi Magnet Warga

Tingginya antusiasme warga di setiap lokasi menunjukkan bahwa program ini sangat dinantikan. Di pasar murah Banyuwangi, bahan pangan dijual dengan harga yang jauh di bawah rerata pasar:

  • Beras Premium: Rp14.000/kg (Rp70.000 per kemasan 5 kg), lebih murah dari harga pasar Rp15.166/kg.

  • Beras SPHP: Rp11.000/kg (Rp55.000 per kemasan 5 kg) dengan total stok mencapai 10 ton.

  • Gula Pasir: Rp14.000/kg (harga pasar Rp16.166/kg).

  • MinyaKita: Rp13.000/liter.

  • Telur Ayam Ras: Rp20.000/kemasan.

  • Bawang Merah & Bawang Putih: Masing-masing Rp28.000/kg dan Rp24.000/kg.

  • Daging Ayam Ras: Rp25.000/kemasan.

“Pasar murah ini selalu menjadi magnet bagi masyarakat, selalu ramai. Selain membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi, mereka berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan ini,” ungkapnya bersyukur.

Selipkan Misi Intervensi Stunting dan Gizi

Tidak hanya sekadar transaksi jual beli, Pemprov Jatim juga memanfaatkan momentum pasar murah untuk menyisipkan program sosial dan kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah secara simbolis menyerahkan bantuan pangan berupa beras gratis kepada para lanjut usia (lansia).

Selain itu, paket telur juga dibagikan kepada ibu hamil dan anak-anak.

Langkah ini dilakukan secara masif sebagai bagian dari pemenuhan gizi keluarga sekaligus mendukung percepatan program penurunan angka stunting di Jawa Timur.

Baca Juga: Optimalkan BUMD dan Inovasi Pajak, Pemprov Jatim Perkuat Ketahanan Fiskal di Masa Transisi UU HKPD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *