FAKTAJATIM.ID – Perum Bulog Cabang Tulungagung resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Polres Tulungagung untuk memperluas jangkauan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga beras di pasaran sekaligus memastikan komoditas pangan pokok murah ini menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menjelaskan bahwa kerja sama dengan institusi Polri ini merupakan penguatan dari Gerakan Pangan Murah (GPM) yang selama ini telah berjalan bersama pemerintah daerah.
Dengan memanfaatkan jaringan kepolisian dari tingkat Polres, Polsek, hingga personel Bhabinkamtibmas, mata rantai distribusi diharapkan menjadi lebih merata dan tepat sasaran.
“Kami tidak hanya melaksanakan GPM bersama pemerintah daerah, tetapi juga berkolaborasi dengan Polri melalui Polres Tulungagung agar distribusi beras SPHP semakin luas menjangkau masyarakat,” kata Yonas Haryadi Kurniawan, Minggu (5/7/2026).
Baca Juga: Jelang Nataru, Bulog Sanggau Siapkan 500 Paket Sembako Gelar Operasi Pasar Murah
Distribusi Bergerak Lewat Jaringan Polsek dan Bhabinkamtibmas
Mekanisme penyaluran beras bersubsidi ini diawali dengan pengajuan kuota kebutuhan oleh Polres Tulungagung kepada Bulog melalui sistem purchase order (PO).
Setelah administrasi rampung, beras diambil secara mandiri dari gudang Bulog dan disalurkan secara bertahap ke jajaran Polsek.
Tidak hanya dijual statis pada gelaran pasar murah, keunggulan kolaborasi ini terletak pada pelibatan aktif personel Bhabinkamtibmas.
Para petugas kepolisian ini dikerahkan untuk mendistribusikan beras secara bergerak (mobile) langsung ke kawasan permukiman warga, terutama di wilayah-wilayah yang terpencil dan minim akses pasar.
“Kami juga melibatkan personel Bhabinkamtibmas untuk membantu pendistribusian secara mobile sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh beras SPHP,” jelas Yonas.
Alokasi 50 Ton per Bulan dengan Harga Terjangkau
Mengenai volume pasokan, Yonas menuturkan jumlahnya akan terus menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan di lapangan.
Dalam satu bulan pelaksanaan GPM, Polres Tulungagung umumnya mengajukan alokasi sekitar 50 ton beras SPHP. Penyaluran internal kepolisian dilakukan berkala, dengan pengambilan awal rata-rata sebesar 10 ton untuk pemenuhan kebutuhan sepekan.
Saat ini, beras program SPHP dari Bulog dipatok dengan harga eceran Rp11.000 per kilogram. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan efektif meredam gejolak harga pangan pokok di tingkat konsumen.
“Kami memastikan stok beras SPHP aman dan siap disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat untuk mendukung stabilitas harga pangan,” pungkas Yonas.
Baca Juga: Komisi IV DPR Minta Stok dan Harga Pangan Terkendali Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri















