FAKTAJATIM.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur melaporkan capaian positif dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender di wilayah tersebut.
Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Jawa Timur pada tahun 2025 tercatat sebesar 0,322, mengalami penurunan sebesar 0,014 poin dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 0,336.
Jika ditarik lebih jauh, angka ini menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan tahun 2020 yang berada di posisi 0,442.
Penurunan IKG ini mengindikasikan bahwa ketimpangan antara laki-laki dan perempuan di Jawa Timur semakin menyempit.
“Kondisi ini mengindikasikan bahwa ketimpangan gender semakin mengecil dan arah kesetaraan gender semakin membaik,” ujar Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Timur, Nurul Adriana, dalam konferensi pers di Surabaya, Selasa (5/5/2026).
Kesehatan Reproduksi dan Pasar Kerja Jadi Motor Utama
Perbaikan IKG tahun ini didorong oleh dua dimensi utama, yakni kesehatan reproduksi dan pasar tenaga kerja.
Pada dimensi kesehatan, terjadi perbaikan pada dua indikator krusial:
Melahirkan di Luar Fasilitas Kesehatan (MTF): Turun dari 0,032 (2024) menjadi 0,028 (2025).
Pernikahan Dini (MHPK20): Proporsi perempuan yang melahirkan hidup pertama di usia kurang dari 20 tahun turun dari 0,247 menjadi 0,231.
Di sisi lain, dimensi pasar tenaga kerja mencatat fenomena menarik di mana Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan terus merangkak naik, sementara TPAK laki-laki mengalami sedikit penurunan.
TPAK perempuan naik dari 60,64% pada 2024 menjadi 62,29% pada 2025. Sebaliknya, TPAK laki-laki berada di angka 85,89%, turun 0,63% poin dari tahun sebelumnya.
“Semakin tinggi peningkatan TPAK perempuan dibandingkan laki-laki menunjukkan bahwa peluang perempuan dan laki-laki untuk memasuki pasar kerja semakin setara,” jelas Nurul.
Daftar Daerah dengan Ketimpangan Terendah
Meski secara akumulatif membaik, BPS mencatat bahwa perbaikan ketimpangan gender di Jawa Timur belum sepenuhnya merata di seluruh kabupaten/kota.
Beberapa daerah tercatat sangat menonjol dalam mencapai kesetaraan gender.
Berikut adalah 5 daerah dengan ketimpangan gender paling rendah di Jawa Timur pada tahun 2025:
Kota Madiun: 0,092
Kota Kediri: 0,125
Kota Malang: 0,137
Kabupaten Madiun: 0,139
Kota Surabaya: 0,151
BPS berharap tren positif ini dapat terus dijaga melalui kebijakan pemerintah daerah yang responsif gender, terutama dalam meningkatkan akses pendidikan dan pemberdayaan ekonomi perempuan di wilayah yang ketimpangannya masih cukup tinggi.















