FAKTAJATIM.ID – Bupati Jember, Muhammad Fawait, secara resmi melepas keberangkatan 2.956 jamaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Jember dalam acara doa bersama yang berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna Jember, Senin (4/5/2026).
Dalam sambutannya, bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut memberikan perhatian khusus pada aspek kesehatan jamaah, mengingat tantangan fisik yang berat selama di Tanah Suci.
Fokus Kesehatan dan Kesiapan Fisik
Berdasarkan data medis, sekitar 35 persen dari total jamaah asal Jember tahun ini masuk dalam kategori risiko tinggi (risti).
Gus Fawait menekankan bahwa selain kekuatan spiritual, stamina fisik menjadi kunci utama kelancaran ibadah rukun Islam kelima ini.
“Saya minta jamaah calon haji untuk menjaga kesehatan, karena menjalankan rukun Islam kelima itu menuntut kesiapan fisik, selain kekuatan spiritual, sehingga perlu kondisi kesehatan yang baik,” ujar Gus Fawait.
Ia juga mengingatkan para jamaah bahwa keberangkatan mereka adalah sebuah panggilan istimewa yang tidak semua orang bisa mendapatkannya meski memiliki kemampuan materi.
“Panjenengan (bapak/ibu) semua adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah SWT untuk menjalankan rukun Islam yang kelima. Mudah-mudahan menjadi haji yang mabrur,” tuturnya.
Titip Doa untuk Bangsa dan Jember
Di tengah prosesi pelepasan, Gus Fawait menitipkan pesan agar para jamaah mendoakan keselamatan bangsa serta kelancaran pembangunan di Kabupaten Jember agar terus membawa kemajuan bagi masyarakat.
“Saya juga berharap doa dari jamaah dapat mengiringi langkah pembangunan Kabupaten Jember agar terus berjalan dengan baik,” tambahnya.
Teknis Pemberangkatan dan Pendampingan Ekstra
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jember, Nur Sholeh, menjelaskan bahwa jumlah JCH Jember tahun 2026 merupakan salah satu yang terbanyak di Jawa Timur.
Angka 2.956 orang tersebut bahkan berpotensi bertambah menjadi 2.959 orang tergantung penetapan SK pada hari ini.
Jamaah akan dibagi ke dalam sembilan kelompok terbang (kloter), yakni kloter 90 hingga 98, yang dijadwalkan berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo (AHS) Surabaya pada 14-16 Mei 2026.
Menanggapi banyaknya jamaah kategori risti, pihak kementerian telah menyiagakan tim pendamping khusus.
“Dari ribuan calon haji tersebut, 35 persen diantaranya memiliki risiko tinggi dalam kesehatan, sehingga mendapat pengawasan ekstra dari 31 petugas yang bersiaga untuk mendampingi jamaah selama menjalankan ibadah haji di sana,” jelas Nur Sholeh.
Pelepasan ini menjadi momentum emosional bagi keluarga dan jamaah, menandai awal dari perjalanan spiritual panjang menuju Tanah Suci dengan harapan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.













