Daerah  

Lindungi Keselamatan Kerja, 4.316 Petugas Satlinmas Kota Malang Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Pemerintah Kota Malang secara resmi mendaftarkan seluruh personel Satlinmas yang berjumlah 4.316 orang ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan guna memberikan proteksi jaminan kecelakaan kerja di lapangan./Dok. ANTARA JATIM

FAKTAJATIM.ID – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang, Jawa Timur, memastikan seluruh petugas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di wilayahnya kini telah terfasilitasi program BPJS Ketenagakerjaan.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjamin keselamatan dan perlindungan kerja para petugas di lapangan.

Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, menegaskan bahwa pemberian jaminan sosial ketenagakerjaan ini bersifat mutlak demi kesejahteraan petugas Satlinmas yang kerap menghadapi risiko kerja.

“Semua Linmas ini sudah diikutkan BPJS Ketenagakerjaan, tentu kami tidak meminta dan tidak berharap ada apa-apa kepada para petugas saat bekerja, tapi mohon maaf apabila terkena musibah mereka sudah terkover,” ujar Heru di Kota Malang, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: Orang Tua Terduga Teroris di Malang Sudah Tahu Anaknya Bakal Diciduk Anggota Densus 88

Rekrutmen Anggota Baru untuk Persiapan Pemilu

Kekuatan personel Satlinmas di Kota Malang saat ini tercatat sebanyak 4.316 orang, jumlah yang disesuaikan dengan total Rukun Tetangga (RT) di kota tersebut.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 600 orang di antaranya merupakan anggota baru.

Heru menjelaskan bahwa ratusan personel baru ini merupakan warga yang belum pernah terlibat langsung dalam pengamanan pemilu sebelumnya.

Penambahan ini sengaja dipersiapkan sejak dini untuk menambal kekurangan personel pada saat pelaksanaan pesta demokrasi mendatang.

“Ini sebenarnya kita persiapkan untuk menutupi kekurangan Linmas kami pada saat nanti ada kegiatan pemilu,” ucap Heru.

Jaminan Kesehatan Semesta dan Pelatihan Kebencanaan

Selain perlindungan ketenagakerjaan, ribuan petugas Satlinmas di Kota Malang juga dipastikan telah mengantongi jaminan kesehatan.

Hal ini sejalan dengan penerapan sistem jaminan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) yang telah berjalan di Kota Malang.

Di sisi lain, Satpol PP Kota Malang terus mengintensifkan pembekalan berkala untuk meningkatkan kapasitas personel di tingkat kelurahan, terutama dalam penanganan kondisi darurat.

Hingga saat ini, sebanyak 1.000 personel dari total kekuatan yang ada dinilai telah menguasai keterampilan teknis kegawatdaruratan.

Fleksibilitas kemampuan ini memungkinkan para anggota Satlinmas untuk diperbantukan dalam berbagai unit penanggulangan bencana di tingkat bawah.

“Karena apa? Memang bajunya Linmas, tapi pada saat melakukan aktivitas, dia bisa pakai baju (bertugas) di Kelurahan Tangguh maupun relawan, karena rata-rata begitu ya,” jelas Heru.

Pembentukan Regu Deteksi Dini Rokok Ilegal

Program peningkatan kapasitas ini dirancang untuk mencakup berbagai aspek pengawasan wilayah.

Salah satu program yang telah dijadwalkan terdekat adalah pelatihan khusus untuk mendeteksi dan memitigasi peredaran rokok tanpa pita cukai resmi. Pembekalan tersebut direncanakan berlangsung pada Rabu (15/7/2026).

“Nanti Linmas ada yang namanya regu deteksi dini, insya Allah tanggal 15 ini (Juli) kami akan melatih mereka tentang bagaimana caranya mendeteksi peredaran rokok ilegal,” pungkasnya.

Baca Juga: Hati-hati! Ini Kelompok yang Rentan Terkena Aritmia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *