FAKTAJATIM.ID – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, membawa kabar baik bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM).
Ia memastikan bahwa bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk triwulan II 2026 akan segera disalurkan mulai bulan ini.
Gus Ipul memprediksi penyaluran akan mulai dilakukan pada pertengahan April, menyusul selesainya pembaruan data yang lebih cepat dari jadwal biasanya.
“Mudah-mudahan di minggu ketiga sudah bisa mulai salur. Insyaallah mudah-mudahan. Paling lambat akhir bulan, tapi minggu ketiga ini sudah bisa mulai (disalurkan),” kata Saifullah di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (13/4).
Data Tunggal Jadi Acuan Utama
Percepatan penyaluran ini dapat dilakukan karena Kemensos telah menerima Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) lebih awal.
Jika sebelumnya data diterima setiap tanggal 20, kini data tersebut sudah dikantongi sejak tanggal 10 April.
Kemensos menegaskan bahwa akurasi data adalah kunci utama agar bantuan tepat sasaran. Pasalnya, daftar penerima sangat dinamis mengikuti kondisi ekonomi di lapangan.
“Totalnya kami salurkan kepada 18 juta KPM untuk PKH dan BPNT yang langsung dikirim ke penerima manfaat lewat rekening-rekening bank Himbara maupun PT Pos,” ujar Gus Ipul.
Khusus bagi kelompok rentan seperti lansia atau penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan mobilitas, Gus Ipul memastikan bantuan akan diantarkan langsung ke rumah masing-masing melalui kerja sama dengan pihak kecamatan dan kelurahan.
Dinamika Data dan Saluran Pengaduan
Meski penyaluran dipercepat, Gus Ipul mengakui adanya kemungkinan sejumlah warga yang sebelumnya menerima bantuan, kini tidak lagi terdaftar.
Hal ini terjadi karena proses pembaruan data yang dilakukan secara berkala setiap tiga bulan.
“Ada yang selama ini menerima, mereka tidak menerima lagi di triwulan kedua ini. Memang datanya dinamis,” tuturnya.
Bagi masyarakat yang merasa berhak namun tidak mendapatkan bantuan, pemerintah menyediakan berbagai kanal pengaduan resmi.
Masyarakat dapat mengajukan keberatan melalui operator desa, pengurus RT/RW, Dinas Sosial setempat, hingga layanan Command Center.
“Bisa ke operator desa, RT/RW, bisa datang ke Dinsos, kanal-kanal Command Center 121 atau WA Center kami 08877171171. Itu semua menampung aspirasi dan keberatan dari masyarakat,” tutupnya.















