FAKTAJATIM.ID – Pasukan Marinir (Pasmar) 2 Surabaya terus mendalami insiden peluru nyasar yang mengenai dua siswa SMP Negeri di Gresik, Jawa Timur.
Fokus investigasi kini diarahkan pada pengujian teknis yang mendalam serta pelibatan tenaga ahli guna memastikan proses hukum berjalan transparan dan berkeadilan.
Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan terhadap personel yang terlibat saat latihan menembak terus berlangsung secara maraton.
“Ya ini kan sekarang sudah diperiksa ya. Ada 119 yang nanti akan berlanjut itu terus diperiksa ya dan nanti akan diuji tembak peluru ini sampai sejauh itu,” kata Mayjen Oni di Surabaya, Minggu (12/4/2026).
Akurasi Data Teknis dari PT Pindad
Untuk menghindari spekulasi dan memastikan hasil analisis yang akurat, Pasmar 2 akan memperkuat uji balistik dengan menggandeng produsen senjata nasional, PT Pindad (Persero).
Hal ini dilakukan untuk mencocokkan jangkauan peluru dengan jarak lapangan tembak ke lokasi sekolah yang diperkirakan sejauh 2,3 kilometer.
“Nah, nanti data teknis juga dari Pindad juga kita minta ya untuk memperkuat uji tersebut sehingga kita tidak mengambil data yang asal-asalan betul-betul nanti akurat gitu,” tuturnya.
Selain data teknis dari Pindad, pihak Marinir juga melibatkan sejumlah ahli independen untuk memberikan pandangan objektif terkait aspek keselamatan latihan dan analisis lintasan peluru di lapangan.
Penanganan Korban dan Proses Hukum
Mayjen Oni menegaskan bahwa sejak insiden yang terjadi pada Desember 2025 lalu, pihaknya terus bertanggung jawab penuh atas kondisi para korban, yakni DF (14) dan RO (15).
Salah satu keluarga korban dilaporkan telah menerima upaya penyelesaian secara kekeluargaan.
“Ya bahwa perkembangan tentang peluru nyasar ini ya, kami sudah melakukan mulai dari awal pengobatan dan perawatan. Kemudian ada dua korban itu yang satu dari Octo ini ibunya sudah menerima semua perawatan, kontrol dan santunan,” jelasnya.
Sementara untuk satu korban lainnya, komunikasi intensif masih terus diupayakan untuk mencapai titik temu yang baik.
Di sisi lain, keterbukaan investigasi ini juga dibarengi dengan penegakan hukum melalui Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pomal Kodal).
Evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) latihan rutin di lapangan tembak tersebut kini menjadi prioritas utama guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan.















