Daerah  

Tragedi Jalur Pantura Situbondo: Bus vs Truk Adu Banteng, Ayah dan Anak Tewas Terjepit

Ilustrasi/Dok. Ist

FAKTAJATIM.ID – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur tengkorak Pantura Situbondo pada Selasa (31/3/2026) dini hari.

Tabrakan “adu banteng” yang melibatkan bus pariwisata dan truk boks di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan sejumlah penumpang lainnya luka-luka.

Korban tewas merupakan pasangan ayah dan anak, Danang Wahyudi (44) dan putrinya, Dia (11), warga Gempol, Pasuruan. Keduanya mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian setelah terjepit di dalam kabin truk akibat benturan yang sangat keras.

Kronologi dan Penyebab Kecelakaan

Kecelakaan ini melibatkan Bus Grahita Tirta Mojokerto (S 7436 UN) tujuan Bali dan truk boks (L 8854 VK).

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, insiden bermula saat bus mencoba mendahului kendaraan lain namun kehilangan ruang gerak yang aman.

Kasatlantas Polres Situbondo, AKP Nanang Hendra Irawan, mengonfirmasi bahwa dugaan sementara kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengemudi bus.

“Berdasarkan keterangan saksi dan penumpang, sopir bus mendahului dua kendaraan sekaligus tanpa memperhatikan arus lalu lintas dari arah berlawanan,” jelas Nanang, Selasa (31/3/2026).

Data Korban dan Kondisi Terkini

Selain dua korban jiwa, istri dari Danang yang bernama Sinta (27) saat ini dalam kondisi kritis di RSU dr. Abdoer Rahem Situbondo akibat patah tulang rahang dan tangan kiri.

Sementara itu, dua anak Danang lainnya, Fathan (5) dan Cira (3), serta seorang penumpang bernama Rini (40) dilaporkan hanya mengalami luka ringan.

Sopir bus, Samsul Huda (52), warga Sidoarjo, juga dilaporkan mengalami patah tulang pada kaki kiri. Seluruh korban luka telah dievakuasi ke RSUD Situbondo serta puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Imbauan Kepolisian

Pihak kepolisian telah mengamankan kedua kendaraan yang terlibat ke Unit Gakkum Satlantas Polres Situbondo untuk penyidikan lebih lanjut.

AKP Nanang Hendra Irawan mengingatkan para pengguna jalan untuk ekstra waspada saat melintasi jalur Pantura yang memiliki karakteristik medan yang menantang.

“Kami juga mengimbau para pengendara untuk lebih waspada saat melintasi jalur Pantura Situbondo, yang dikenal sebagai salah satu jalur terpanjang di Jawa Timur. Untuk menghindari kecelakaan serupa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *