Hadapi Bonus Demografi, Wamen Fauzan Ajak Kampus di Bali Berkolaborasi Atasi Isu Sampah dan Lingkungan

/Dok. kemendiktisaintek

FAKTAJATIM.ID –  Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Fauzan, menekankan pentingnya transformasi perguruan tinggi dari sekadar institusi pencetak ijazah menjadi “kampus berdampak”.

Hal tersebut disampaikannya dalam peringatan Dies Natalis ke-44 Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Minggu (8/3/2026).

Dalam forum bertema “Impactful Teaching University” tersebut, Wamen Fauzan menyoroti tingginya Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Bali yang mencapai 40,69%, jauh melampaui rata-rata nasional sebesar 32,89%.

Menurutnya, potensi besar ini harus dikonversi menjadi kontribusi riset yang nyata.

“Perguruan tinggi hari ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan atau publikasi ilmiah. Tridarma perguruan tinggi seharusnya diimplementasikan secara saling terhubung agar dapat memberikan dampak yang nyata bagi pembangunan,” ujar Wamen Fauzan.

Mengubah “Mahasiswa Biasa” Jadi Luar Biasa

Mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto, Fauzan mengingatkan bahwa kemajuan bangsa bergantung pada kualitas pendidikan.

Ia menegaskan bahwa tolok ukur kesuksesan sebuah kampus bukan dilihat dari input mahasiswa yang sudah hebat sejak awal, melainkan proses transformasinya.

“Kita harus merenungi bersama apa yang disampaikan oleh Pak Presiden. Hanya dengan pendidikan yang bermutu, bangsa Indonesia akan bisa berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kampus hebat adalah yang mampu mengubah mahasiswa biasa menjadi lulusan yang luar biasa.

Konsorsium Perguruan Tinggi Bali

Menghadapi tantangan bonus demografi di mana 68,95% penduduk berada pada usia produktif, Fauzan mengusulkan langkah konkret berupa pembentukan konsorsium perguruan tinggi di Bali.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi mesin pemecah masalah bagi isu-isu krusial di daerah.

“Harus ada kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri, dan masyarakat,” tegas Fauzan. Ia mencontohkan persoalan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga pembangunan sosial sebagai agenda utama yang harus dijawab oleh konsorsium tersebut.

Komitmen Unmas Denpasar

Merespons arahan tersebut, Rektor Unmas, I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, menyatakan bahwa tema Dies Natalis tahun ini adalah komitmen nyata untuk menyelaraskan kualitas akademik dengan kebutuhan dunia kerja.

Unmas sendiri telah melakukan penguatan kepemimpinan pada bidang guru besar, teknologi informasi, hingga hukum.

“Unmas memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan masyarakat,” ungkap I Ketut Sukewati.

Kemdiktisaintek menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kampus agar lebih relevan dengan kebutuhan daerah.

Melalui riset yang solutif dan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan, perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi motor penggerak menuju visi Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *