FAKTAJATIM.ID – Momen Idulfitri 1447 Hijriah menjadi latar belakang pertemuan penting antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Pada Sabtu, 21 Maret 2026, Jokowi memboyong keluarga besarnya, termasuk Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, ke Istana Merdeka Jakarta.
Pertemuan yang dikemas dalam bingkai Halalbihalal ini berlangsung hangat, meski di tengah isu miring yang menerpa keluarga besar mantan Wali Kota Solo tersebut.
Prabowo didampingi putranya, Didit Hediprasetyo, menyambut langsung kedatangan rombongan Jokowi dengan jajaran kehormatan.
Melalui unggahan media sosial resmi, Prabowo menekankan pentingnya menjaga nilai kekeluargaan dan persatuan bangsa.
Kehadiran cucu Jokowi, Bebingah Sang Tansahayu, menambah suasana akrab dalam acara Gelar Griya tersebut. Bagi Prabowo, menjaga komunikasi dengan pendahulunya adalah fondasi utama untuk menciptakan harmoni politik di masa pemerintahannya.
Di balik kemesraan tersebut, publik tidak bisa menutup mata terhadap berbagai rumor yang beredar. Nama Jokowi belakangan kerap dikaitkan dengan isu ijazah palsu hingga dugaan keterlibatan keluarga dalam kasus hukum.
Bahkan, muncul spekulasi mengenai dominasi “Geng Solo” yang dianggap masih menyetir jalannya pemerintahan saat ini, dilansir dari RMOL pada 22 Maret 2026.
Namun, Prabowo menegaskan bahwa pertemuan ini murni untuk memperkuat nilai kebangsaan tanpa menyinggung polemik yang sedang berkembang di masyarakat.[dit]













