Perkuat Posisi Powerhouse Perdagangan, Khofifah Bidik Ekspansi Pasar Jawa Timur di Malaysia

/dok. Pemprov Jatim

FAKTAJATIM.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan pertemuan strategis dengan Duta Besar RI untuk Malaysia, Raden Dato’ Muhammad Iman Hascarya Kusumo, di Kuala Lumpur, Kamis (30/4/2026).

Pertemuan ini fokus pada penguatan kerja sama di sektor perdagangan, investasi, hingga pendidikan.

Langkah ini merupakan bagian dari misi dagang konsisten yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperluas jejaring pasar internasional.

Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur terus memposisikan diri sebagai pusat perdagangan yang kompetitif.

“Sejak beberapa tahun terakhir, kami secara konsisten melakukan misi dagang ke berbagai provinsi dan negara sahabat. Ini menjadi bagian dari upaya memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat perdagangan yang kompetitif,” ujar Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya.

Surplus Dagang dan Optimalisasi Ekonomi

Data menunjukkan performa perdagangan Jawa Timur ke Malaysia pada tahun 2025 sangat impresif dengan surplus mencapai 967,06 juta Dolar AS.

Nilai ekspor tercatat sebesar 1.539,3 juta Dolar AS, didominasi oleh komoditas tembaga, lemak dan minyak hewani, hingga produk kimia.

Khofifah melihat potensi ini masih bisa ditingkatkan melalui sepuluh agenda business matching yang mempertemukan pelaku usaha kedua belah pihak secara langsung.

“Hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Malaysia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan. Kami melihat adanya peluang sinergi yang kuat, baik di sektor industri pengolahan, pangan, maupun produk-produk unggulan lainnya,” katanya.

Ia juga menambahkan kesiapan Jawa Timur untuk bersaing secara global.

“Pasar global terus berkembang dan menghadirkan peluang baru. Jawa Timur siap menjawab kebutuhan tersebut dengan produk-produk berkualitas dan berdaya saing,” tegas Khofifah.

Inovasi Pangan dan Sinergi Pendidikan

Selain komoditas manufaktur, Khofifah menyoroti ketahanan pangan sebagai modal ekspansi.

Jatim tengah memperkuat sektor peternakan melalui pembangunan Grand Parent Stock (GPS) guna menekan ketergantungan impor.

“Sinergi ini menjadi kekuatan besar bagi Jawa Timur. Dengan dukungan riset dan inovasi, kita optimistis mampu meningkatkan daya saing produk sekaligus memperluas jangkauan pasar,” jelasnya.

Tak hanya ekonomi, kerja sama juga menyentuh aspek SDM melalui kolaborasi antarperguruan tinggi dan program pertukaran pelajar.

Khofifah meyakini Jatim memiliki kapasitas sebagai powerhouse perdagangan nasional.

Apresiasi dari Kedutaan Besar

Duta Besar RI untuk Malaysia, Raden Dato’ Muhammad Iman Hascarya Kusumo, menyambut positif inisiatif ini.

Ia menilai Jawa Timur adalah mitra strategis yang memiliki kontribusi nyata terhadap ekonomi nasional.

“Kami melihat Jawa Timur sebagai mitra strategis dengan potensi yang sangat besar. Melalui diskusi dan kolaborasi yang intensif, kami optimistis berbagai peluang kerja sama ini dapat ditindaklanjuti untuk memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi kedua belah pihak,” pungkas Dubes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *