Daerah  

Peringati Harganas, Wagub Jatim Tekankan Pentingnya Ketahanan Keluarga dan Sosok Ayah

Ilustrasi - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memberikan sambutan pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (29/7/2026). Dalam acara tersebut, Pemprov Jatim menekankan bahwa pembangunan kualitas keluarga dan keterlibatan aktif sosok ayah dalam pola asuh anak merupakan pilar utama pembangunan bangsa di luar infrastruktur fisik./Dok. Radar Surabaya

FAKTAJATIM.ID — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan bahwa tolok ukur keberhasilan pembangunan suatu bangsa tidak hanya bergantung pada kemajuan infrastruktur fisik, melainkan juga ditentukan oleh peningkatan kualitas pada setiap unit keluarga.

Hal tersebut disampaikan Emil usai menghadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang berlangsung di Kabupaten Malang, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, keluarga merupakan fondasi paling mendasar di masyarakat yang memerlukan kehadiran serta intervensi kebijakan dari pemerintah.

“Membangun bangsa dan negara tidak selalu dengan membangun jalan atau mendirikan gedung sekolah, namun unit yang paling penting, yaitu keluarga tidak bisa otomatis berjalan alami, karena butuh kehadiran pemerintah,” kata Emil.

Baca Juga: Gandeng Swaniti Initiative, Jawa Timur Percepat Target Net Zero Emission Lewat Konsorsium Swasta

Emil menjelaskan bahwa lingkungan keluarga berfungsi sebagai titik awal pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak melalui pola pengasuhan yang seimbang antara peran ayah dan ibu.

Ia menyoroti pentingnya keterlibatan figur ayah agar anak tidak mengalami kondisi fatherless akibat pembebanan pola asuh yang berfokus pada ibu semata.

Oleh karena itu, ia mendorong para orang tua untuk menyiapkan perencanaan matang sebelum memiliki anak, sejalan dengan transformasi konsep keluarga berencana yang kini mencakup aspek kesiapan pengasuhan holistik.

Salah satu langkah krusial yang perlu dibangun sejak dini adalah pembentukan jalur komunikasi yang terbuka dengan anak.

“Jangan sampai komunikasi itu putus, karena kalau anak menjadi korban bullying atau ada yang menawarkan hal-hal tidak baik, dia belum bijak untuk menilai,” ujar Emil.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Shodiqin mengutarakan bahwa penguatan ketahanan keluarga dijalankan secara bertahap mulai dari fase prapernikahan, masa kehamilan, hingga pendampingan lansia melalui program Bangga Kencana.

“Sesuai dengan tahapan-tahapan, itu semuanya akan dilalui, apapun yang direncanakan pasti hasilnya akan baik,” ucap Shodiqin.

Sementara itu, Bupati Malang M. Sanusi menegaskan komitmen pemerintah daerah setempat dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui tiga pilar utama, yaitu layanan kesehatan, pemenuhan gizi masyarakat, serta jaminan pendidikan dasar.

“Pertama, membentuk keluarga sehat kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan memberikan sosialisasi pembinaan keluarga sehat. Kedua, soal gizi masyarakat kami jaga agar tercukupi, dan ketiga mengenai pendidikan dasar harus terpenuhi,” kata Sanusi.

Baca Juga: KPK Bongkar Praktik Suap Penyelenggara Pemilu: Upaya Membeli Suara di Tingkat Elektoral

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *