FAKTAJATIM.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Jawa Timur, mendorong seluruh puskesmas di wilayahnya untuk gencar menyosialisasikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada warga yang datang berkunjung. Langkah ini diambil untuk menggenjot ketercapaian program nasional tersebut pada 2026.
Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif mengungkapkan, potensi penjangkauan masyarakat sangat besar mengingat setiap puskesmas di Kota Malang rata-rata menerima kunjungan 150 hingga 200 orang per hari.
“CKG sampai sekarang terus berproses sehingga teman-teman di 16 puskesmas kami harapkan melakukan sosialisasi, capaian sementara ini baru 16 persen,” kata Husnul di Kota Malang, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga: Menuju Kalbar Emas 2045, Dinkes Matangkan Transformasi Kesehatan
Guna memaksimalkan capaian, Dinkes Kota Malang juga mengoptimalkan jaringan layanan di tingkat tapak, termasuk fasilitas puskesmas pembantu (pustu) serta 640 pos pelayanan terpadu (posyandu).
Pelayanan CKG dibuka setiap hari di seluruh titik fasilitas kesehatan tersebut.
Evaluasi Mingguan dan Penyakit Paling Dominan
Husnul menjelaskan, seluruh data hasil CKG diinput ke dalam Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) dan dievaluasi secara berkala setiap hari Selasa.
“Jadi CKG pertama kami input, ketika CKG kedua kami tidak input karena setahun sekali, dari jumlah 150 sampai 200 orang sekitar 50 hingga 60 persenan baru melaksanakan CKG,” ucapnya.
Dari hasil evaluasi pemeriksaan medis yang telah berjalan, Dinkes mencatat tiga jenis gangguan kesehatan yang paling banyak diidap masyarakat, yaitu hipertensi, diabetes, serta gangguan sirkulasi pada pernapasan dan darah.
Sarana Deteksi Dini Kesehatan Masyarakat
Seiring berjalannya sosialisasi, tingkat kesadaran warga Kota Malang untuk memanfaatkan skema pemeriksaan gratis ini menunjukkan tren positif.
Husnul menegaskan, CKG yang diinisiasi pemerintah pusat dirancang sebagai instrumen deteksi dini agar potensi penyakit dapat diantisipasi sebelum membutuhkan penanganan tingkat lanjut di rumah sakit.
“Kalau dulu karena belum memiliki pemahaman yang utuh sehingga pada semua wilayah, terutama saat ada layanan (kesehatan) di luar gedung kami menyampaikan ada akses dan pemeriksaan secara gratis,” terangnya.
Baca Juga: Pentingnya Sahur bagi Anak-Anak: Menjaga Kesehatan dan Performa Saat Puasa















