FAKTAJATIM.ID – Menyambut tradisi mudik Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyusun strategi besar untuk memastikan kelancaran mobilitas warga.
Dalam rapat kerja bersama DPR, pemerintah memaparkan kesiapan sarana dan prasarana yang akan menjadi tulang punggung arus mudik dan balik.
Fokus utama tahun ini adalah kapasitas angkut yang memadai untuk mencegah penumpukan penumpang di titik-titik krusial, 11 Maret 2026.
Pemerintah tidak main-main dalam menyiapkan logistik transportasi. Sebanyak 31.000 unit bus disiapkan untuk jalur darat, sementara sektor perkeretaapian didukung oleh lebih dari 3.600 unit sarana.
Untuk wilayah kepulauan, ratusan kapal penyeberangan dan kapal laut dikerahkan guna menjamin konektivitas antar-pulau. Tak ketinggalan, sektor udara juga diperkuat dengan 372 unit pesawat untuk melayani lonjakan penumpang domestik.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menekankan bahwa koordinasi antar-moda menjadi kunci suksesnya Angkutan Lebaran 2026. Selain kesiapan armada, kesiapan infrastruktur jalan dan pelabuhan juga menjadi perhatian serius.
Dengan kesiapan ribuan armada ini, diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan pulang kampung dengan lebih nyaman, aman, dan meminimalisir risiko kemacetan parah di jalur-jalur utama.















