FAKTASERANG.ID – Dunia usaha Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Hasil survei Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pada kuartal I 2026 mengirimkan sinyal bahaya bagi stabilitas ekonomi nasional.
Lonjakan jumlah pengusaha yang merasa kondisi ekonomi memburuk menyentuh angka 40%, sementara tingkat optimisme anjlok ke titik nadir di level 25%.
Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan hilangnya kepercayaan terhadap arah kebijakan pemerintah.
Pemicu utama dari pesimisme ini adalah ketidakkonsistenan regulasi. Sektor swasta menilai birokrasi dan kebijakan yang berubah-ubah justru menjadi beban tambahan di tengah ketidakpastian global.
Berdasarkan laporan FORSIBER per 26 April 2026, rencana investasi merosot di bawah 40% karena para pelaku usaha lebih memilih untuk menahan likuiditas daripada melakukan ekspansi.
Pemerintah dianggap gagal memberikan kepastian hukum dan rasa aman yang dibutuhkan untuk mengambil risiko bisnis di sektor riil.
Dampak dari runtuhnya kredibilitas kebijakan ini mulai merembet ke sektor ketenagakerjaan. Saat ini, sepertiga perusahaan fokus pada penghematan biaya total, yang secara otomatis menghentikan rekrutmen karyawan baru.
Jika pemerintah tidak segera melakukan perbaikan fundamental dan berhenti memberikan sinyal yang membingungkan terkait biaya logistik serta energi, maka penghematan hari ini akan menjadi gelombang PHK massal di masa depan.
Krisis kepercayaan ini adalah “vonis” awal yang memerlukan tindakan nyata, bukan sekadar narasi optimisme kosong.[dit]
Sumber: Jakarta, 26 April 2026
Penulis: HAMDI PUTRA – Forum Sipil Bersuara (FORSIBER)













