Respons Geopolitik Timur Tengah, Indonesia Proteksi APBN Lewat Pembatasan BBM

Totem SPBU di Desa Kapur yang tidak mencantumkan tulisan Solar Subsidi. (Dok. Faktakalbar.id)
(Dok. Faktakalbar.id)

FAKTAJATIM.ID – Pemerintah secara resmi mengetatkan distribusi BBM bersubsidi guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. Mulai Rabu, 1 April 2026, pembelian Pertalite dan Solar untuk kendaraan pribadi dibatasi maksimal 50 liter per hari.

Langkah ini diambil sebagai respons atas gejolak harga minyak dunia yang kian tak terkendali akibat tensi geopolitik di Timur Tengah.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan pada Selasa, 31 Maret 2026, bahwa pembatasan ini bertujuan agar distribusi lebih adil.

Seluruh transaksi wajib menggunakan barcode MyPertamina untuk memantau konsumsi harian.

Senada dengan itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai angka 50 liter sangat mencukupi bagi kendaraan pribadi. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak menyasar kendaraan umum yang melayani angkutan orang maupun barang.

Kenaikan harga energi ini dipicu oleh serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu yang membuat harga minyak mentah Brent melonjak hingga 111,56 Dolar AS per barel per hari ini.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran semakin memperparah keadaan. Pemerintah Indonesia terpaksa melakukan langkah protektif ini, mengikuti jejak Malaysia yang sebelumnya juga telah memangkas kuota BBM subsidi bagi warganya demi menyelamatkan APBN dari jebakan harga pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *