FAKTAJATIM.ID – Hujan lebat yang mengguyur merata sejak Selasa siang mengakibatkan sejumlah sungai di wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan meluap.
Banjir besar ini tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan jalur Pantura serta beberapa jalan utama di tengah meningkatnya volume kendaraan arus balik Lebaran 2026, Selasa (24/3/2026) malam.
Jalur Pantura Beji Terputus
Kondisi terparah terpantau di jalur Pantura Beji yang menghubungkan wilayah Gempol dan Bangil.
Genangan air yang cukup dalam menutup akses jalan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas.
Antrean panjang kendaraan pun tak terhindarkan, mengingat saat ini memasuki masa puncak arus balik H+3 Lebaran.
Banyak pengendara yang terpaksa menunda perjalanan atau memilih rute lain demi menghindari kerusakan mesin.
Seorang karyawan minimarket di wilayah Gempol, Anto, memberikan kesaksian mengenai situasi di lokasi pada Selasa malam.
“Banyak yang putar balik. Banyak juga yang berhenti karena takut mogok,” kata Anto.
Meski sudah ada imbauan, beberapa pengendara roda dua tetap nekat menerobos banjir yang berujung pada matinya mesin kendaraan (mogok) di tengah genangan.
Sejumlah Jalan Utama Tergenang
Selain jalur utama Pantura, banjir juga merendam beberapa titik krusial lainnya di wilayah Pasuruan:
Jalan Raya Cangkringmalang, Kecamatan Beji.
Jalan Utama Pandaan-Malang di wilayah Sukorejo.
Jalur Pasuruan-Malang, tepat di depan Pasar Wonorejo.
Di wilayah Kota Pasuruan, luapan air juga merendam Jalan Ir. Juanda. Petugas gabungan dari Polsek Bugulkidul, Satlantas Polres Pasuruan Kota, dan Dishub Jatim terpaksa melakukan penutupan jalan guna menghindari kendaraan terjebak banjir.
Pengalihan Arus Lalu Lintas
Kepala UPT P3 LLAJ Dishub Jatim, Yulianto, mengonfirmasi bahwa rekayasa lalu lintas telah diberlakukan sejak Selasa malam. Kendaraan diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif guna meminimalisir penumpukan di titik banjir.
“Dialihkan sejak pukul 21.30 sampai saat ini masih ditutup,” tegas Yulianto mengenai kondisi Jalan Ir. Juanda yang dialihkan ke Jalur Lingkar Selatan atau akses Tol.
Petugas di lapangan terus bersiaga untuk menghentikan kendaraan yang mencoba masuk ke titik banjir.
Masyarakat, khususnya para pemilir, diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan petugas agar tidak terjebak dalam kemacetan panjang akibat banjir luapan sungai ini.















