Daerah  

Ubah Wajah Papua di Ruang Digital, Akademisi Dorong Konten Kreatif Berbasis Kearifan Lokal

/dok. Republika

FAKTAJATIM.ID – Sudah saatnya stigma negatif tentang Papua yang didominasi isu kekerasan dan separatisme diubah menjadi narasi yang menginspirasi.

Dalam FGD Komsos TNI di Jakarta pada Rabu (29/4/2026), akademisi Dr. Rasminto menegaskan bahwa kekayaan budaya Papua adalah senjata utama untuk membangun citra positif di ruang digital, dilansir pada 30 April 2026.

Baginya, Tanah Papua tidak boleh hanya dipandang dari kacamata prasangka, melainkan sebagai ruang peradaban yang kaya akan kreativitas.

Rasminto, yang juga merupakan Founder Human Studies Institute (HSI), menyoroti betapa cepatnya opini publik terbentuk melalui konten viral. Di tengah banjir informasi, batas antara fakta dan hoaks sering kali menjadi samar.

Ia mendorong para konten kreator untuk merebut ruang digital dengan konten-konten edukasi, ekonomi kreatif, dan ketangguhan sosial masyarakat Papua. Tujuannya jelas: agar publik melihat Papua dari sisi kemajuannya, bukan sekadar konflik yang berulang.

Tanah Papua memiliki modal sosial luar biasa dengan keberagaman 262 bahasa etnik dan sistem kepemimpinan lokal yang unik. Dalam keterangannya yang diterima Kamis (30/4/2026), Rasminto menekankan bahwa budaya bukan sekadar pelengkap seremoni, melainkan fondasi masa depan.

Dengan menonjolkan seni, musik, dan arsitektur asli, Papua dapat memposisikan diri sebagai identitas bangsa yang kuat. Jika narasi budaya ini konsisten digaungkan, maka citra positif Papua akan mendukung visi Indonesia Maju secara berkelanjutan.[dit]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *