Daerah  

Baru Diresmikan Dua Bulan, 8 Penutup Drainase di Jalan Utama Kota Probolinggo Raib Dicuri

/Dok. Radar Bromo

FAKTAJATIM.ID – Aksi pencurian fasilitas umum kembali meresahkan warga Kota Probolinggo.

Sebanyak delapan pelat besi penutup drainase di dua ruas jalan protokol, yakni Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Panglima Jenderal Sudirman, dilaporkan hilang pada Jumat (13/3/2026) dini hari.

Kejadian ini sangat disayangkan karena infrastruktur tersebut merupakan bagian dari proyek penataan jalan dan trotoar yang baru saja diresmikan oleh Wali Kota Probolinggo pada Januari 2026 lalu.

Modus Pembongkaran Paksa

Meskipun penutup drainase tersebut telah dipasang dengan sistem penguncian menggunakan cor beton dan aspal, pelaku diduga menggunakan alat berat seperti linggis untuk membongkar paksa fasilitas tersebut.

Berdasarkan data dari Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo, persebaran titik pencurian meliputi:

  • Jalan Soekarno-Hatta: 3 unit penutup besi hilang.

  • Jalan Panglima Sudirman: 5 unit penutup besi hilang.

Koordinasi dan Pemeriksaan CCTV

Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat dengan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, termasuk menyisir rekaman kamera pengawas.

“Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengungkap kasus tersebut, termasuk memeriksa rekaman CCTV milik toko maupun kantor di sekitar lokasi,” ujar Setiorini, Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan bahwa motif utama pencurian diduga kuat karena nilai ekonomis material besi, namun pelaku mengabaikan risiko keselamatan pengguna jalan yang bisa terperosok ke lubang drainase yang terbuka.

Masa Pemeliharaan dan Upaya Penggantian

Karena proyek ini masih dalam masa pemeliharaan, Dinas PUPR-PKP telah menjalin komunikasi dengan Balai Besar Jalan agar penggantian material yang hilang dapat segera dilakukan.

Setiorini menekankan pentingnya sanksi hukum bagi para pelaku.

“Kami juga berharap ada efek jera agar kejadian serupa tidak terulang, karena ini menyangkut keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.

Masalah Klasik yang Terus Berulang

Kasus ini menambah daftar panjang vandalisme infrastruktur di Kota Probolinggo. Dalam dua tahun terakhir, tercatat hampir 100 penutup drainase hilang akibat pencurian.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *