FAKTAJATIM.ID – Momen turunnya Tunjangan Hari Raya (THR) dan bonus tahunan sering kali menjadi “angin segar” bagi karyawan menjelang Idulfitri.
Namun, euforia belanja Lebaran kerap membuat dana tambahan ini menguap begitu saja.
Allianz Indonesia mengingatkan para orang tua bahwa THR sebenarnya bisa menjadi batu loncatan penting untuk mengamankan masa depan pendidikan anak di tengah inflasi biaya sekolah yang kian melesat.
Dalam diskusi ekonomi kreatif NgobrAZ (Ngobrol Bareng Allianz), Certified Financial Planner Annisa Steviani menyoroti fenomena orang tua yang baru kelabakan menyiapkan biaya sekolah saat anak sudah akan mendaftar. Idealnya, perencanaan harus dimulai sedini mungkin.
“Semakin cepat perencanaan dimulai, semakin ringan langkahnya,” ujar Annisa dalam diskusi tersebut.
Ancaman Inflasi: Kenaikan Biaya Kuliah vs Kenaikan Gaji
Annisa memaparkan data yang cukup mencengangkan bagi para orang tua. Berdasarkan tren saat ini, biaya kuliah rata-rata mengalami kenaikan sekitar 6,03% per tahun.
Angka ini tidak sebanding dengan rata-rata kenaikan gaji tahunan yang hanya berkisar di angka 3%.
Ketimpangan ini membuat beban finansial keluarga semakin berat jika tidak diantisipasi. Tanpa perencanaan matang, banyak keluarga terjebak dalam skema utang saat anak memasuki jenjang perguruan tinggi.
Oleh karena itu, momentum THR dianggap waktu yang tepat untuk memulai pos tabungan pendidikan.
Langkah Strategis Memulai Tabungan Pendidikan
Untuk membantu orang tua, Annisa membagikan beberapa langkah praktis yang bisa segera diterapkan:
Survei Biaya Realistis: Cari tahu estimasi biaya masuk dan biaya pendidikan dari jenjang TK hingga universitas.
Siapkan Rencana Cadangan: Memiliki pilihan sekolah alternatif jika anak tidak diterima di institusi utama.
Struktur Biaya yang Jelas: Mencatat estimasi biaya di setiap jenjang dengan memperhitungkan faktor kenaikan biaya tahunan.
Atur Jarak Usia: Mempertimbangkan selisih umur antar anak agar jadwal pembayaran besar tidak terjadi secara bersamaan.
Perlindungan Finansial sebagai Jaring Pengaman
Bukan hanya soal menabung, Annisa juga menekankan pentingnya aspek perlindungan.
Risiko hidup seperti sakit kritis atau meninggal dunia pada pencari nafkah utama dapat seketika menghentikan rencana pendidikan yang sudah disusun.
Senada dengan hal tersebut, Head of Corporate Communications Allianz Indonesia, Wahyuni Murtiani, mengajak keluarga Indonesia untuk menjadikan Ramadan sebagai momen refleksi finansial.
“Momentum menjelang Idulfitri sering menjadi waktu refleksi bagi keluarga untuk menata kembali keuangan. THR dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat dana pendidikan anak,” jelas Wahyuni.
Solusi Syariah untuk Masa Depan
Sebagai bentuk dukungan nyata, Allianz Syariah menawarkan produk AlliSya Cerdas. Produk asuransi pendidikan berbasis syariah ini memberikan perlindungan jiwa sekaligus manfaat tunai secara berkala.
Menariknya, peserta bisa menerima manfaat tunai sebesar 40% pada akhir tahun polis ke-8 dan 80% pada akhir tahun polis ke-11.
Dengan kontribusi mulai dari Rp500 ribu per bulan, produk ini dapat diakses secara mudah melalui platform digital OptimAll.
Melalui perencanaan yang disiplin dan proteksi yang tepat, orang tua diharapkan dapat menjamin keberlangsungan pendidikan anak tanpa mengorbankan stabilitas keuangan keluarga di masa depan.















