FAKTAJATIM.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Jawa Timur, menjajaki kerja sama strategis dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) guna meningkatkan nilai tambah produk pertanian daerah.
Kolaborasi ini difokuskan pada penerpan teknologi pascapanen serta pengembangan produk olahan komoditas unggulan.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bahwa penguatan sektor pascapanen menjadi perhatian mendesak mengingat sekitar 80 persen penduduk Kabupaten Kediri menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Baca Juga: Kota Kediri Dilanda Cuaca Ekstrem: Pohon Tumbang di Lima Titik, 14 Rumah Warga Rusak
“Untuk menaikkan nilai tambah itu masih perlu kerja keras,” kata Bupati di Kediri, Rabu (12/8/2026).
Pria yang akrab disapa Mas Dhito tersebut menjelaskan, meski kontribusi industri pengolahan hasil tani terhadap PDRB meningkat, tantangan besar masih dihadapi.
Kebiasaan petani menjual hasil panen secara langsung kerap memicu persoalan, seperti fluktuasi harga cabai yang anjlok saat panen raya hingga ketergantungan produksi mangga podang pada musim tertentu.
Penataan sektor unggulan ini juga disiapkan untuk menyambut operasional Bandara Dhoho sebagai embarkasi haji mulai 2027.
“Pada prinsipnya kami siap menjalin kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian,” tutur Mas Dhito.
Sementara itu, perwakilan Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM Prof. Adi Djoko Guritno menyampaikan bahwa sinergi ini dapat diwujudkan melalui pendampingan teknis dan transfer teknologi langsung di lapangan.
Pihak UGM menyiapkan keahlian teknologi untuk memperpanjang masa simpan komoditas hingga rekayasa produksi off-season.
“Kami berharap nanti kita bisa saling memahami dan mulai mengkristal di mana titik-titik kita bisa kerja sama,” ujar Prof. Adi.















