FAKTAJATIM.ID — Mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh partai politik untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kader yang responsif terhadap persoalan publik.
Langkah perbaikan internal tersebut, menurut Ganjar, dapat merujuk pada temuan disertasi doktor Pengamat Politik sekaligus pendiri Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago.
“Maka disertasi itu menjadi penting tapi juga minimal buat partai-partai seperti kami dari PDI Perjuangan ya bisa dijadikan referensi alat bantu kita untuk lebih bagus lagi menyiapkan diri, memperbaiki diri itu bagus,” kata Ganjar usai menghadiri sidang terbuka promosi doktor Pangi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Senin (20/7/2026).
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan itu hadir dalam sidang promosi doktor tersebut atas undangan pribadi sebagai sesama alumni kuliah pascasarjana.
Ganjar menilai bagian paling menarik dari persidangan tersebut adalah pembahasan disertasi Pangi yang berjudul “Suatu Studi tentang Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Split Ticket Voting pada Pemilu Serentak di Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Timur.”
Baca Juga: Ketua Harian DPP Partai Gerindra : Pembekalan Calon Menteri di Hambalang Berlangsung 2 Hari
Disertasi tersebut mengulas berbagai faktor pemicu fenomena split ticket voting, termasuk perbandingannya dengan praktik di Amerika Serikat, tempat pemilih membedakan pilihan antara eksekutif dan legislatif sebagai mekanisme check and balance antarlembaga.
Meski demikian, Ganjar mempertanyakan relevansi teori tersebut dengan karakteristik pemilih di Tanah Air. Menurutnya, perilaku pemilih di Indonesia cenderung lebih dinamis dan dipengaruhi oleh preferensi personal atau selera politik instan.
“Maka ketika kita diberikan kesempatan bertanya saya tanyakan, bukankah di Indonesia itu kalau memilih kandidat, pusat, daerah, legislatif, eksekutif itu hanya karena selera. Hari ini seleranya dipilih ya dipilih. Hari ini seleranya tidak ya tidak. Dan itu bisa dipengaruhi banyak faktor,” ujar Ganjar.
Di sisi lain, Ganjar menyoroti temuan penelitian Pangi yang mencatat bahwa tingkat kedekatan PDI Perjuangan dengan masyarakat tergolong relatif tinggi.
Temuan tersebut dipandang sebagai tantangan bagi partainya untuk terus merawat kepercayaan publik lewat kerja-kerja konkret di lapangan.
Ganjar menegaskan, tantangan utama PDI Perjuangan saat ini adalah membentuk identitas kepartaian yang kuat pada diri masyarakat dan para kader.
“Kader PDI Perjuangan harus selalu berpihak kepada rakyat serta menjauhi praktik korupsi apabila ingin mewujudkan pemerintahan yang bersih,” kata Ganjar.
Ganjar meminta seluruh elemen partai, baik di jajaran struktural, legislatif, maupun eksekutif, bergerak sigap tanpa perlu menunggu instruksi ketika masyarakat menghadapi persoalan mendesak.
Baca Juga: Kenakan Rompi Oranye, KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto















