Daerah  

Hadapi Dinamika Geopolitik, Gubernur Khofifah Instruksikan Kepala Daerah Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan

/Dok. Pemprov Jatim

FAKTAJATIM.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta seluruh kepala daerah di wilayahnya untuk segera menyiapkan strategi terpadu dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global.

Langkah antisipatif ini dinilai krusial karena dinamika internasional berpotensi memberikan tekanan besar pada sektor energi, pangan, dan logistik di Jawa Timur.

“Kita memahami bahwa dinamika geopolitik global berpotensi memberikan dampak luas terhadap sektor energi, pangan, dan logistik. Ini menjadi risiko nyata yang harus kita antisipasi bersama,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya di Surabaya, Kamis.

Jawa Timur sebagai Penopang Ekonomi Nasional Sebagai motor penggerak ekonomi, posisi Jawa Timur sangat strategis.

Provinsi ini berkontribusi sebesar 25,29 persen terhadap ekonomi Pulau Jawa dan 14,40 persen terhadap nasional. Pada tahun 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim tercatat mencapai Rp3.403,17 triliun dengan pertumbuhan yang solid di angka 5,33 persen.

Selain PDRB, tren investasi juga menunjukkan performa gemilang dengan pertumbuhan 31,6 persen secara kuartalan pada triwulan IV 2025.

Khofifah menekankan bahwa tantangan global harus dijawab dengan penguatan ketahanan daerah agar tetap resilien dan mampu menangkap peluang.

Lumbung Pangan dan Simpul Logistik Di sektor logistik, Jawa Timur melalui Pelabuhan Tanjung Perak memegang peran vital sebagai penyuplai hampir 80 persen kebutuhan logistik ke 19 provinsi di Indonesia Timur.

Sementara di sektor pangan, Jatim tetap mengukuhkan posisi sebagai lumbung padi nasional dengan cadangan beras pemerintah mencapai 825,36 ton.

“Maka menjaga ketahanan pangan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan strategis. Jawa Timur harus menjadi daerah yang tidak hanya tahan terhadap krisis pangan, tetapi juga menjadi penopang ketahanan pangan nasional,” tegas Khofifah.

Untuk memperkuat ekosistem ini, Pemprov Jatim mengandalkan program Jatim Agro-Hub, percepatan distribusi pupuk bersubsidi, serta operasi pasar murah di 38 kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas harga.

Akselerasi Energi Baru Terbarukan (EBT) dan Efisiensi Terkait sektor energi, meski volatilitas harga global masih membayangi, pemerintah memastikan stok BBM dan LPG dalam kondisi aman.

Sebagai solusi jangka panjang, pengembangan EBT terus dipacu hingga mencapai kapasitas 709,13 MW.

Selain langkah teknis, Gubernur juga mendorong efisiensi belanja daerah melalui kebijakan Work From Home (WFH) dan pengurangan perjalanan dinas sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

Perlindungan Sosial dan Imbauan Masyarakat Menutup keterangannya, Khofifah memastikan bahwa kelompok rentan tetap mendapatkan perlindungan melalui PKH Plus, bantuan disabilitas, hingga BLT buruh.

Ia pun meminta masyarakat tetap tenang dan bijak dalam berkonsumsi.

“Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Pemerintah menjamin ketersediaan stok dan harga BBM subsidi tetap terkendali,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *