FAKTAJATIM.ID – Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Muhammad Sarmuji resmi membuka pameran internasional ALLPack Indonesia 2026 yang digelar Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Dalam sambutannya Sarmuji menilai bahwa penyelenggaran dan kemeriahan ALLPack Indonesia 2026 mencerminkan optimisme terhadap kondisi perekonomian nasional.
“Suasana pameran yang ramai dan tingginya partisipasi pelaku industri menunjukkan Indonesia berada dalam kondisi yang baik,” katanya.
Menurut Sarmuji, ALLPack Indonesia menjadi sarana strategis untuk memperluas kemitraan bisnis, mendorong investasi, dan mempercepat pemanfaatan teknologi modern guna meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.
“Ini menjadi wadah untuk memperkenalkan perkembangan teknologi pengolahan, otomatisasi produksi, dan inovasi pengemasan, khususnya bagi industri makanan dan minuman, farmasi, serta kosmetik,” ujarnya.
“Dalam konteks ini, ALLPack Indonesia juga menjadi sarana strategis untuk mempercepat adopsi teknologi modern, memperluas akses terhadap inovasi, serta mendorong kolaborasi antara pelaku industri dan penyedia teknologi,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut Menperin juga mengapresiasi konsistensi Krista Exhibitions dalam menyelenggarakan pameran yang digelar untuk ke-25 kalinya tersebut.
Sementara itu, CEO Krista Exhibitions, Daud D Salim mengungkapkan bahwa pameran yang digelar hingga 23 Oktober 2026 ini menghadirkan lebih dari 1.600 peserta pameran dari 42 negara dan menargetkan lebih dari 90.000 pengunjung bisnis dari lebih dari 30 negara.
Menurutnya, pameran ini merupakan salah satu platform bisnis penting bagi industri pengemasan dan pengolahan. Berbagai sektor yang terlibat meliputi pengemasan, plastik, percetakan, daur ulang, otomasi industri, makanan dan minuman, hingga farmasi.
“ALLPack Indonesia dirancang untuk mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, distributor, dan pembeli dalam satu ekosistem bisnis. Melalui pertemuan tersebut, pelaku usaha diharapkan dapat menemukan inovasi, meningkatkan efisiensi produksi, dan memperluas peluang kerja sama,” katanya.
Dengan kehadiran peserta dari berbagai negara, lanjutnya, membuka kesempatan bagi industri nasional untuk menjajaki investasi, memperkuat rantai pasok, serta mengembangkan pasar internasional.
Integrasikan Berbagai Sektor Industri
ALLPack Indonesia 2026 juga menghadirkan sejumlah pameran pendukung, yakni ALLPlas, ALLProcess, ALL Beverage Technology, IPEX, dan FoodTech Indonesia. Rangkaian tersebut mencakup teknologi plastik, proses produksi, industri minuman, percetakan, serta pengolahan pangan.
Ekosistem pameran diperluas melalui ALL Cold Chain yang menampilkan teknologi rantai pendingin, penyimpanan berpendingin, dan distribusi produk dengan pengendalian suhu.
Sementara itu, Indonesia Maritime & Logistics Expo menghadirkan solusi di bidang maritim, transportasi, pergudangan, dan logistik. Di sektor pertanian, ALL Agri Expo menampilkan mesin, peralatan, dan teknologi untuk mendukung produksi hingga pengolahan hasil pertanian.
Integrasi berbagai sektor tersebut diharapkan memperkuat keterhubungan antara proses produksi, penyimpanan, dan distribusi. Bagi pelaku usaha, kondisi ini membuka peluang untuk menemukan mitra potensial sekaligus membangun kolaborasi lintas industri.
Penyelenggaraan ALLPack Indonesia 2026 mendapat dukungan Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Lebih dari 65 Agenda Edukasi dan Bisnis
Tak hanya menampilkan produk dan teknologi, ALLPack Indonesia 2026 menghadirkan lebih dari 65 agenda edukatif dan bisnis. Program tersebut meliputi seminar, konferensi, talk show, lokakarya, konsultasi industri, hingga business matching yang mempertemukan pelaku usaha, pakar, asosiasi, pemerintah, calon pembeli, dan mitra bisnis.
Pada sektor pengemasan, Indonesian Packaging Federation (IPF) menggelar seminar Key Trends Shaping the Future of Packaging. Sementara itu, Indonesian Plastic Recyclers (IPR) mengangkat isu industrialisasi pengelolaan limbah, regulasi, sertifikasi, potensi ekspor, serta tanggung jawab produsen yang diperluas atau Extended Producer Responsibility (EPR).
Agenda lain mencakup pembahasan peluang investasi dan insentif industri pengemasan bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM serta IPF. China Machinery Engineering Corporation (CMEC) turut menghadirkan seminar peluang pasar Tiongkok, sedangkan LPPOM MUI membahas penguatan kualitas produk melalui sertifikasi halal dan pengujian laboratorium.
Di sektor manufaktur dan farmasi, agenda edukasi mencakup otomasi industri, perkembangan industri biofarmasi, teknologi pemrosesan plastik, serta masa depan kemasan fleksibel. Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Selulosa (BBSPJIS) juga membahas penerapan SNI 9401:2025 untuk mewujudkan kemasan pangan yang aman dan berkualitas.
Buka Peluang Kemitraan dan Pengembangan Pasar
Peluang bisnis diperluas melalui program business matching yang melibatkan CMEC, asosiasi jasa boga, serta perusahaan dari Italia. Program tersebut dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra dan membuka peluang perdagangan maupun kerja sama teknologi.
Pengunjung juga dapat mengikuti lokakarya desain merek dan kemasan bagi IKM yang difasilitasi Kementerian Perindustrian bersama sejumlah perusahaan teknologi. Selain itu, tersedia konsultasi BPOM dan APSKI serta pengujian stabilitas produk obat bahan alam bersama GP Jamu.
Berbagai asosiasi turut memanfaatkan pameran untuk memperkuat jejaring dan membahas tantangan industri. GAPMMI menggelar pertemuan anggota, sementara IPR membahas perkembangan regulasi dan peluang ekspor industri daur ulang plastik.
Melalui rangkaian pameran, forum edukasi, dan pertemuan bisnis tersebut, ALLPack Indonesia 2026 diharapkan menjadi ruang strategis bagi pelaku industri untuk mengakses teknologi, meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, serta membangun kemitraan yang mendukung pertumbuhan industri Indonesia.[Mut]















