Bola  

Piala Presiden 2026: Bali Tuan Rumah Final, Surabaya Buka Peluang di Masa Depan

Hasil keputusan bersama PSSI dan SC Piala Presiden 2026 menetapkan Bali sebagai lokasi venue laga semifinal hingga final turnamen pramusim./Dok. Ist

FAKTAJATIM.ID — Partai semifinal dan final ajang pramusim Piala Presiden 2026 resmi diputuskan akan digelar di Bali. Kepastian lokasi laga krusial tersebut diumumkan langsung oleh Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait.

Pengumuman itu disampaikan Maruarar di hadapan awak media dalam sesi konferensi pers Piala Presiden 2026 yang berlangsung di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Minggu (2/8/2026) sore.

“Jadi teman-teman semifinal dan final sesuai arahan Ketum PSSI Pak Erick [Thohir], tempatnya adalah di Bali,” kata Maruarar.

Sebelum meresmikan Bali sebagai venue semifinal dan final, Maruarar sempat melakukan panggilan telepon langsung dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir di hadapan para hadirin yang memadati lokasi acara.

“Jadi pak Ketua Umum, saya usulkan tempatnya di Bali. Pak Ketua Umum setuju atau tidak?” tanya Maruarar yang disaksikan langsung oleh para audience di Taman Surya.

Baca Juga: Gubernur Kalbar Ria Norsan Bermain Sepak Bola Bersama Warga di Perbatasan Temajuk

“Saya setuju,” jawab Erick Thohir singkat dari balik sambungan telepon.

Menariknya, Maruarar mengungkapkan bahwa secara pribadi dirinya sejatinya sempat berharap Kota Surabaya bisa menjadi tuan rumah untuk partai semifinal dan final turnamen ini.

“Pembukaan di Bandung, saya penginnya semifinal dan final semuanya di Surabaya,” ucapnya.

Pertimbangan memilih Surabaya awal mulanya didasari oleh atmosfer kota serta kesiapan masyarakatnya dalam menyambut agenda olahraga nasional.

“Kita sudah diskusikan dengan mendalam, tadinya saya maunya di Surabaya, dengan pertimbangan di sini kotanya aman, masyarakatnya penuh semangat, bersih, saya menyaksikan tadi pagi Surabaya kotanya Indah, dan penuh spirit yang luar biasa,” ujar Maruarar menjelaskan alasannya.

Namun, usai melakukan pembicaraan mendalam dengan jajaran pemerintah daerah setempat, keputusan akhirnya dialihkan ke Pulau Dewata.

“Tapi saya berdiskusi dengan penguasa Surabaya, adik saya Pak Wali Kota Eri Cahyadi, mungkin pada kesempatan yang lain Surabaya akan jadi tuan rumah semifinal dan final,” lanjutnya.

Meski tak membeberkan secara terperinci alasan teknis di balik pembatalan Surabaya, Maruarar tetap membuka peluang bagi Kota Pahlawan untuk memimpin gelaran utama turnamen di masa mendatang.

“Mudah-mudahan suatu saat siap. Kalau Mas Eri siap kita main semifinal-final empat pertandingan semua di Surabaya,” pungkasnya.

Baca Juga: Timnas Sepakbola Putri Indonesia Juarai AFF Women’s Cup 2026, Ketum PSSI: Jangan Cepat Puas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *