FAKTAJATIM.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berhasil membukukan nilai transaksi perdagangan yang fantastis sebesar Rp12.038.159.976.541 (Rp12,04 triliun) dalam ajang East Java Trade and Investment Forum 2026 atau Misi Dagang dan Investasi yang digelar di Hong Kong.
Capaian bernilai triliunan rupiah ini menegaskan tingginya tingkat kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas komoditas unggulan asal Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa Hong Kong menempati posisi yang sangat krusial dalam peta perdagangan luar negeri Jawa Timur.
“Hong Kong merupakan salah satu mitra dagang strategis Jawa Timur. Tingginya permintaan terhadap berbagai produk unggulan Jatim membuktikan bahwa kualitas produk daerah kita mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: Perkuat Karakter Siswa, Gubernur Khofifah Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas di Jawa Timur
Komoditas Unggulan yang Laris Manis
Forum bisnis yang diselenggarakan pada Kamis (23/7/2026) tersebut menghadirkan sekitar 100 peserta lintas sektor, mulai dari jajaran Pemprov Jatim, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong, pelaku usaha, calon pembeli (buyer), hingga investor mancanegara.
Sejumlah komoditas unggulan Jatim yang berhasil menyepakati kontrak perdagangan antara lain:
Manufaktur & Olahan: Perhiasan emas, tisu, rokok, tembakau, turunan CPO, alas kaki, bahan kimia organik, produk tembaga, kosmetik, serta charcoal.
Hasil Alam & Perikanan: Produk perikanan, kopi, sarang burung walet, dan desiccated coconut.
Pangan & F&B: Makanan ringan, permen, sambal, bumbu dapur, hingga produk cokelat.
Khofifah menilai Hong Kong memiliki keunggulan geografis dan finansial sebagai pusat logistik serta keuangan dunia yang efektif menjadi pintu gerbang ekspor Jatim ke pasar global.
“Kami terus membangun kemitraan dan jejaring internasional. Kolaborasi dengan investor maupun pelaku usaha di Hong Kong merupakan langkah strategis untuk membuka akses pasar global bagi produk-produk unggulan Jawa Timur,” tegasnya.
Dorong Peluang Investasi dan Penguatan Industri
Tak sekadar meningkatkan angka transaksi ekspor, misi dagang ini dirancang untuk menarik modal asing dan mendorong alih teknologi. Salah satu contoh bentuk investasi nyata dari Hong Kong di Jatim adalah PT Sunrise Masami Indonesia yang bergerak di bidang industri pengalengan.
“Kehadiran pabrik industri pengalengan ikan seperti PT Sunrise Masami Indonesia, salah satu investor Hong Kong di Jawa Timur akan memperkuat industri substitusi impor, terutama pada industri kemasan kaleng yang selama ini masih banyak dipenuhi dari impor,” tambah Khofifah.
Dengan kontribusi sebesar 14,40 persen terhadap PDB nasional serta 25,16 persen bagi perekonomian Pulau Jawa, Pemprov Jatim optimistis kerja sama ini akan terus membuka lapangan kerja baru dan memperkuat daya saing UMKM lokal.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Fithonatul Mar’ati, mengapresiasi keberhasilan forum tersebut dan mengimbau agar kesepakatan yang ada segera ditindaklanjuti secara konkret.
“Marilah kita manfaatkan kegiatan hari ini tidak hanya untuk membangun jejaring, tetapi juga untuk menyusun langkah-langkah selanjutnya bersama dan berkomitmen terhadap tindak lanjut yang konkret,” tuturnya.
Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, Khofifah Siapkan Talenta Milenial Dampingi Pelaku Usaha Adopsi Teknologi AI















