FAKTAJATIM.ID — Ajang Petro Agrifood Expo 2026 yang digelar di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menjadi momentum penting untuk mengampanyekan regenerasi petani nasional.
Pameran ini mendorong penerapan pertanian berbasis teknologi guna mengubah persepsi generasi muda terhadap sektor agribisnis.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa regenerasi petani hanya bisa terwujud jika ekosistem pertanian dibangun secara modern, didukung kemudahan akses pupuk, jaminan kepastian pasar, serta pemanfaatan teknologi tepat guna.
“Anak muda harus melihat sektor pertanian sebagai sektor yang menguntungkan. Ketika SDM bertransformasi dari pertanian konvensional menjadi berbasis teknologi, maka ini akan semakin menarik,” ujar Fandi Akhmad Yani saat membuka Petro Agrifood Expo 2026 di Gresik, Jumat (24/7/2026).
Fandi menambahkan bahwa sektor pertanian masa kini tidak lagi terbatas pada aktivitas tanam dan panen (budidaya) semata.
Baca Juga: Bukan Sekadar Riset, Mentan Tantang Kampus Ciptakan Inovasi Pertanian yang Laku di Pasar
Dunia agribisnis kini menawarkan ceruk bisnis yang luas di sepanjang rantai nilai (value chain), mulai dari penyediaan sarana produksi, pengolahan pascapanen, hingga rantai pemasaran modern.
Ia mencontohkan keberhasilan sentra jeruk di Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, yang memiliki hamparan lahan sekitar 400 hektare. Kawasan tersebut kini mampu menggerakkan roda ekonomi lokal serta melahirkan banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis olahan pertanian.
Regenerasi Petani Jadi Tantangan Nasional
Pentingnya pergeseran paradigma ke arah pertanian modern juga diamini oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Direktur Pupuk Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Syamsuddin, mengungkapkan bahwa penuaan profil petani masih menjadi tantangan krusial industri pangan nasional.
Data menunjukkan, sekitar 67 persen dari total 29 juta lebih petani atau pengusaha tani perorangan di Indonesia saat ini telah berusia di atas 45 tahun.
“Petani itu harus menjadi pengusaha tani. Generasi muda akan tertarik apabila melihat pertanian sebagai usaha yang memberikan keuntungan,” ungkap Syamsuddin.
Guna mengatasi kesenjangan generasi tersebut, Kementan terus mendorong penerapan Mekanisasi Pertanian. Penggunaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) seperti traktor, mesin tanam (transplanter), combine harvester, hingga teknologi sistem pengendalian hama digital dinilai efektif meningkatkan efisiensi dan daya tarik sektor ini bagi anak muda.
Tampilkan Inovasi Produk dan UMKM
Mengusung tema “Heritage of Agriculture”, Petro Agrifood Expo 2026 menghadirkan sebanyak 59 tenant pameran. Event tahunan ini memamerkan beragam inovasi produk pertanian unggulan, teknologi pascapanen, olahan UMKM, hingga berbagai sarana pendukung produksi pertanian modern.















