Daerah  

Atasi Sedimentasi, Pemkot Malang Masifkan Normalisasi Sungai di Titik Rawan Banjir

Ilustrasi Banjir/Dok. Ist

FAKTAJATIM.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) tengah tancap gas melakukan normalisasi sejumlah aliran sungai.

Langkah ini diambil sebagai upaya krusial untuk mengantisipasi banjir akibat pendangkalan sungai dan sumbatan drainase.

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengungkapkan bahwa operasi pengerukan ini telah intens dilakukan oleh petugas di lapangan sejak pertengahan Ramadan lalu.

“Teman-teman (petugas dari DPUPRPKP) sudah dua minggu ini terus melakukan pengerukan sedimentasi untuk mengantisipasi kejadian itu (banjir),” kata Dandung di Kota Malang, Senin (13/4/2026).

Fokus di Letjen Sutoyo dan Mulyorejo

Saat ini, normalisasi difokuskan di area sungai sepanjang Jalan Letjen Sutoyo. Berdasarkan hasil pemantauan, wilayah tersebut mengalami pendangkalan serius akibat tumpukan material yang terbawa arus air. Setelah titik ini rampung, petugas telah menjadwalkan pergeseran alat berat ke lokasi berikutnya.

“Rencananya pelaksanaan yang di Mulyorejo pada hari Jumat (17/4),” ucap Dandung.

Pengerjaan di lapangan tidak hanya sekadar mengeruk lumpur dan pasir, tetapi juga meliputi pembersihan vegetasi atau tanaman liar yang kerap menutup jalur air, sehingga kapasitas sungai kembali optimal.

Sampah di Gorong-gorong Jadi Kendala

Meski pengerukan sungai terus dilakukan, Dandung menggarisbawahi tantangan lain yang tak kalah pelik, yakni perilaku membuang sampah ke saluran air.

Hasil temuan petugas di lapangan menunjukkan bahwa gorong-gorong seringkali tersumbat oleh tumpukan sampah domestik, yang memicu luapan air ke jalanan dan permukiman saat hujan deras.

Ia menegaskan bahwa secara teknis, dimensi saluran air di Kota Malang sebenarnya sudah memadai untuk menampung debit air, asalkan tidak terhambat oleh sedimentasi dan sampah.

“Kalau dari segi dimensi saluran sudah mencukupi, tidak ada masalah. Makanya kami terus melakukan upaya, meski itu di kemarau maupun hujan, karena yang gorong-gorong menerima kiriman juga dari irigasi,” pungkusnya.

Melalui langkah masif ini, Pemkot Malang berharap aliran air menuju sungai tetap lancar, sehingga risiko genangan di titik-titik rawan dapat diminimalisir secara signifikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *