FAKTAJATIM.ID – PT Pertamina (Persero) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pemulihan lapangan minyak (oilfield recovery) dengan perusahaan jasa energi global, Halliburton.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, bersama President Director PT Halliburton Indonesia, Ankush Balla, dan disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari 11 nota kesepahaman investasi antara Pemerintah Indonesia dan pelaku usaha Amerika Serikat dalam forum Indonesia–US Business Summit yang berlangsung di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C.
Kerja sama ini menjadi salah satu langkah konkret penguatan kemitraan strategis Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya di sektor energi dan migas.
Dalam agenda US–Indonesia Exclusive Business Roundtable, Presiden Prabowo menyampaikan optimisme terhadap masa depan hubungan bilateral kedua negara.
Ia menegaskan bahwa kunjungannya ke Amerika Serikat membawa misi strategis, termasuk penyelesaian perjanjian dagang besar antara Indonesia dan AS.
“Saya juga berada di sini untuk menyelesaikan sebuah perjanjian perdagangan besar antara kedua negara kita. Kita telah bernegosiasi sangat intens selama beberapa bulan terakhir, dan saya pikir kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu,” kata Presiden Prabowo yang dikutip redaksi, Minggu (21/2/2026).
Menurut Presiden, setelah melalui proses negosiasi intensif selama beberapa bulan, kedua pihak telah mencapai kesepahaman yang kuat dalam berbagai isu penting. Perjanjian dagang tersebut diharapkan menjadi katalisator penguatan kerja sama ekonomi, sekaligus menyeimbangkan hubungan perdagangan kedua negara.
“Saya menantikan perjanjian perdagangan ini sebagai dorongan besar bagi kelanjutan kemitraan ekonomi dan kerja sama ekonomi antara Amerika Serikat dan Indonesia,” ungkapnya.
Di sisi korporasi, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan bahwa kolaborasi dengan Halliburton merupakan bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi produksi minyak domestik.
Program oilfield recovery ini difokuskan pada lapangan-lapangan migas yang telah mengalami penurunan produksi alami (natural decline).
Dengan dukungan teknologi dan pengalaman global Halliburton, Pertamina menargetkan peningkatan produksi melalui penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) dan solusi pengeboran yang lebih efisien.
Simon menambahkan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup transfer teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan standar operasi global.
“Kerja sama ini menjadi bagian dari transformasi berkelanjutan Pertamina untuk menjaga keberlanjutan produksi hulu, meningkatkan lifting nasional, serta memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dan industri,” kata Simon.
Menurutnya, sinergi dengan mitra internasional bereputasi akan mempercepat transformasi sektor hulu migas dan mendorong peningkatan lifting nasional.
“Dengan dukungan teknologi dan pengalaman global, kami optimistis lapangan-lapangan mature dapat kembali memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional,” tambah Simon.
Kesepakatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pertamina dalam mendukung agenda pemerintah memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional, sekaligus memperluas kemitraan internasional yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi nasional, Pertamina juga terus berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnisnya.[zul]















