FAKTAJATIM.ID — Pemerintah memperkuat strategi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Langkah ini diambil setelah luasan area yang terbakar melonjak signifikan hingga mencapai sekitar 176 hektare.
Upaya penanganan dari udara (water bombing) kini dioptimalkan dengan memangkas jarak pengambilan air serta menambah armada helikopter guna meningkatkan frekuensi penyiraman di titik-titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Danau Ranupane dipilih sebagai sumber air utama operasi udara karena lokasinya yang relatif dekat dengan titik kebakaran.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa pemanfaatan air Ranupane bertujuan memotong durasi penerbangan helikopter saat mengisi ulang air, sehingga proses pemadaman berjalan lebih responsif.
“Pengambilan airnya sekarang dari Ranupane. Jadi lebih dekat. Ini diharapkan bisa mempercepat siklus pengambilan air dan kemudian water bombing,” ujar Khofifah saat meninjau penanganan karhutla Bromo, Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga: Gempa M6,6 Guncang Kabupaten Sarmi, Papua: BNPB Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Eskalasi kebakaran di kawasan TNBTS terbilang sangat cepat. Area terdampak yang awalnya tercatat sekitar 7,9 hektare meluas menjadi 44 hektare, hingga kini menembus angka 176 hektare.
Helikopter water bombing bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkapasitas 1.000 liter telah disiagakan dan beroperasi sejak Jumat (7/8/2026).
Pada hari pertama penanganan, helikopter memulai manuver penyiraman sekitar pukul 14.30 WIB dan berhasil melakukan empat kali penerbangan pemboman air hingga Jumat sore.
Kendati demikian, operasi pemadaman udara masih terkendala oleh faktor cuaca, terutama tiupan angin kencang dan arah angin yang kerap berubah secara mendadak di area pegunungan Bromo.
Kondisi ini menuntut kecermatan pilot guna mengutamakan keselamatan penerbangan.
Untuk memaksimalkan cakupan pemadaman, BNPB mengerahkan satu unit helikopter tambahan yang didatangkan dari Banjarmasin.
Kehadiran armada baru ini membuat total dua unit helikopter siap dioperasikan secara bersamaan.
Di samping pemadaman udara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama tim gabungan terus melakukan pemadaman darat.
Petugas mengombinasikan penggunaan drone water spray berkapasitas 150 liter, penyemprotan manual, serta pembuatan sekat bakar guna mencegah perluasan perembetan api.
Pemerintah berharap sinergi antara penambahan armada helikopter, pemangkasan rute pengambilan air dari Ranupane, dan percepatan pemadaman darat dapat menekan laju kebakaran di kawasan konservasi Bromo secara efektif.
Baca Juga: Karhutla Riau: BNPB Tetapkan 44 Tersangka, Operasi Modifikasi Cuaca Diperkuat















