FAKTAJATIM.ID – PT Pertamina Patra Niaga melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkomitmen penuh dalam pemulihan ekosistem Sungai Musi, Sumatera Selatan.
Langkah ini tidak hanya bertujuan melestarikan lingkungan, tetapi juga menjadi pilar penguatan ekonomi bagi masyarakat di sepanjang bantaran sungai.
Sejak tahun 2022, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju telah menginisiasi program Belida Musi Lestari.
Program ini lahir sebagai jawaban atas krisis ekologi yang mengancam ikan Belida, spesies endemik yang kini berada di ambang kepunahan akibat eksploitasi berlebihan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menekankan pentingnya Sungai Musi bagi identitas lokal.
“Sungai Musi bukan hanya ikon Sumatera Selatan, tetapi juga urat nadi kehidupan, sejarah, dan identitas budaya masyarakat. Ikan Belida bahkan menjadi bahan utama kuliner pempek yang otentik,” ujar Roberth dalam keterangan resmi, Selasa (14/4/2026).
Menjawab Fenomena ‘Gulung Waring’
Kerusakan ekosistem di Sungai Musi berdampak domino pada kesejahteraan warga. Data menunjukkan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) sempat tertekan di angka 95,53.
Kondisi ini diperparah dengan fenomena “gulung waring” di Kampung Perikanan Sungai Gerong, di mana banyak pembudidaya terpaksa berhenti beroperasi karena gagal beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang drastis.
Menyikapi hal tersebut, Belida Musi Lestari menerapkan strategi holistik dari hulu ke hilir.
Pertamina memfasilitasi penguatan ketersediaan benih, perbaikan tata kelola budidaya, hingga pengembangan pakan mandiri untuk memangkas biaya operasional pembudidaya yang selama ini menjadi kendala utama.
Membangun Kemandirian, Bukan Sekadar Bantuan
Fokus utama program ini adalah transfer pengetahuan dan hilirisasi produk agar hasil perikanan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Roberth menegaskan bahwa Pertamina menghindari model bantuan sekali putus.
“Program ini tidak bersifat bantuan instan, melainkan membangun sistem yang mandiri dan berkelanjutan. Hasilnya, kini telah terbentuk 30 sentra perikanan terintegrasi,” jelas Roberth.
Melalui pendekatan berbasis ekosistem perikanan mandiri ini, Pertamina berharap Sungai Musi dapat kembali pulih sebagai penyokong kehidupan masyarakat, sekaligus memastikan ikan Belida tetap menjadi bagian dari warisan kuliner dan alam Sumatera Selatan untuk generasi mendatang.















