Kepala BGN: MBG Jangkau 55 Juta Penerima, Serap 780 Ribu Tenaga Kerja hingga 46.000 UMKM

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana/Dok. BGN.

FAKTAJATIM.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) memaparkan dampak ekonomi yang dihasilkan dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam kurun waktu satu tahun, program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu menyerap lebih dari 780 ribu tenaga kerja di berbagai daerah di Indonesia.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa besarnya penyerapan tenaga kerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan infrastruktur pendukung program. Hingga kini, sebanyak 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan tersebar di 38 provinsi.

“Ratusan ribu tenaga kerja tersebut terlibat langsung dalam berbagai aktivitas operasional dapur SPPG, mulai dari pengolahan bahan pangan, proses memasak, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat,” katanya kepada media, Selasa (6/1/2025).

Selain menciptakan lapangan kerja, Program MBG juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal dengan melibatkan lebih dari 46 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM tersebut berperan sebagai pemasok bahan baku bagi dapur-dapur SPPG di seluruh Indonesia.

Kolaborasi antara program MBG dan UMKM dinilai mampu membangun rantai pasok pangan yang berkelanjutan, sekaligus memberdayakan pelaku usaha kecil agar dapat tumbuh dan berkembang secara ekonomi. D

“Keterlibatan UMKM juga memastikan ketersediaan bahan pangan berkualitas bagi penerima manfaat,” ungkap Dadan.

Lebih lanjut dia menerangkan bahwa keberadaan SPPG disebut memberikan peluang ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Hingga saat ini, Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar 55,1 juta penerima manfaat, yang terdiri dari balita, anak usia sekolah, serta ibu hamil dan menyusui.

“Program MBG menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan pencegahan stunting, sebagai fondasi menuju terwujudnya generasi emas Indonesia pada tahun 2045,” pungkas Dadan.[mut]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *