FAKTAJATIM.ID — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyalurkan berbagai paket bantuan pertanian dan peternakan untuk Pondok Pesantren eLKISI di Mojokerto, Jawa Timur.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah memperkuat kemandirian pangan nasional serta menjadikan lembaga pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis agribisnis.
Pengasuh Pondok Pesantren eLKISI, Fathur Rohman, membeberkan bahwa pihak pesantren mengelola sekitar 30 hektare lahan pertanian, di mana sebagian besar merupakan sawah tadah hujan dan sekitar lima hektare telah ditanami tebu. Selain itu, pesantren juga membina lahan milik masyarakat di sekitar kawasan pondok.
Merespons potensi tersebut, Mentan Amran yang hadir memberikan sambutan secara virtual pada acara Silaturahmi Nasional XIII dan Tabligh Akbar PP eLKISI, Sabtu (19/7/2026), menginstruksikan jajarannya untuk langsung memfasilitasi kebutuhan pompa air, alat mesin pertanian (alsintan), hingga pembiayaan budidaya.
“Kita siapkan pompa yang bisa mengairi lahan, nanti bantu carikan sumur dangkal. Kita juga bantu dua unit hand tractor. Untuk pengembangan tebu seluas lima hektare, insyaallah kami ambil alih. Kita biayai mulai dari pengolahan lahan sampai selesai tanam,” ujar Mentan Amran dikutip Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: Hilirisasi Jadi Prioritas Kementan dalam Memacu Ekspor Sawit
Selain alsintan dan pembiayaan tebu, Kementerian Pertanian juga menyiagakan satu paket bantuan 600 ekor ayam petelur yang diproyeksikan mampu memproduksi 500 hingga 550 butir telur per hari, satu paket bantuan 20 ekor kambing, hingga bantuan benih tanaman.
Pesantren Sebagai Pusat Pencetak Wirausaha Tani
Mentan Amran menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, melainkan juga berpotensi besar menjadi pusat produksi pangan berbasis kelembagaan.
“Kementerian Pertanian akan terus mendukung pengembangan usaha pertanian di lingkungan pesantren agar mampu menciptakan santri yang mandiri sekaligus melahirkan wirausahawan muda di sektor pertanian,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Amran turut memaparkan capaian positif sektor pertanian nasional, di mana Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian saat ini tumbuh mencapai 5,74 persen—yang tercatat sebagai angka tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Selain itu, nilai ekspor pertanian menembus Rp166,71 triliun, sementara angka impor pertanian berhasil ditekan turun hingga 9,66 persen atau setara Rp41,68 triliun.
Untuk mendukung produktivitas petani secara luas, pemerintah juga telah mengintervensi harga pupuk subsidi dengan penurunan sekitar 20 persen serta menambah alokasi pupuk subsidi hingga 700 ribu ton.
Melalui bantuan terpadu di PP eLKISI Mojokerto ini, Kementan berharap pesantren mampu bertransformasi menjadi pusat agribisnis percontohan yang menciptakan lapangan kerja serta mendongkrak kesejahteraan warga sekitar.
Baca Juga: Dukung Inpres Nomor 2/2025, Komisi IV: Langkah Strategis Tingkatkan Produktivitas Pertanian















