FAKTAJATIM.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi dunia pendidikan di Kabupaten Banyuwangi.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar meriah di Taman Blambangan, Sabtu (2/5/2026).
Menteri Abdul Mu’ti menilai Banyuwangi berhasil menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, terutama bagi anak-anak yang memiliki hambatan akses untuk bersekolah.
“Terutama layanan untuk mereka yang tidak berkesempatan sekolah karena berbagai alasan. Oleh karena itu, hari ini saya mengikuti peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bersama Forkopimda Banyuwangi yang berlangsung khidmat dan sangat meriah,” ujarnya usai upacara.
Lonjakan Indeks Pembangunan Manusia
Selain inovasi program, Mendikdasmen menyoroti tren positif Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi yang konsisten meningkat dalam lima tahun terakhir.
Tercatat, IPM Banyuwangi pada 2025 mencapai 75,17, naik signifikan dari tahun-tahun sebelumnya yang berada di angka 72,62 pada 2021.
“Itu sebuah capaian yang sangat bagus dan tadi saya berbincang dengan Ibu Bupati sebelum acara dimulai. Banyuwangi memiliki banyak terobosan dan program kreatif dan strategis di dunia pendidikan,” tutur Abdul Mu’ti.
Inovasi Garda Ampuh dan Siswa Asuh Sebaya
Menanggapi apresiasi tersebut, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen memastikan tidak ada anak usia sekolah yang tertinggal.
Beberapa program unggulan yang terus dijalankan antara lain Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) dan program Siswa Asuh Sebaya.
Siswa Asuh Sebaya menjadi program unik di mana siswa yang mampu secara ekonomi menyisihkan uang saku untuk membantu rekan mereka yang membutuhkan, mulai dari pembelian sepeda hingga kacamata.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Mendikdasmen, Abdul Mu’ti beserta jajaran yang telah melaksanakan upacara Hardiknas 2026 di Banyuwangi,” ungkap Ipuk.
Pendidikan Berbasis Potensi Lokal
Bagi Ipuk, pendidikan di Banyuwangi tidak melulu soal prestasi akademik di dalam kelas, melainkan juga tentang bagaimana mengasah bakat seni dan budaya para pelajar.
Hal ini dibuktikan dengan keterlibatan ribuan siswa dalam pertunjukan seni kolosal Kuntulan Ewon yang memeriahkan Hardiknas tahun ini.
“Inilah yang membuat Banyuwangi melibatkan pelajar dalam tiap agenda seni dan budaya, termasuk salah satunya seni kolosal Kuntulan Ewon hari ini,” pungkasnya.
Peringatan Hardiknas 2026 di Bumi Blambangan ini pun ditutup dengan optimisme bahwa kolaborasi antara kreativitas lokal dan kebijakan pusat akan terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.















