Daerah  

Kasus Keracunan Massal, Wali Kota Kediri Ancam Tutup SPPG yang Langgar SOP Makan Bergizi Gratis

/Dok. Pemkot Kediri

FAKTAJATIM.ID – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengambil langkah tegas menyikapi insiden keracunan massal yang menimpa puluhan pelajar sekolah dasar akibat menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah Kota Kediri kini memperketat pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali ini menegaskan tidak akan segan memberikan sanksi berat bagi pengelola layanan gizi yang lalai dalam menjaga higienitas dan kualitas pangan.

“Apabila kami temukan yang tidak seperti standar operasional prosedur (SOP) dikeluarkan Badan Gizi Nasional (BGN). Apabila kami temukan yang tidak sesuai akan kami laporkan ke BGN. Kalau banyak catatan yang kami temukan maka akan kami sarankan untuk ditutup,” tegas Vinanda di Kediri, Sabtu (25/4).

SPPG Tempurejo Resmi Dihentikan

Buntut dari keracunan yang terjadi pada Rabu (22/4) lalu, SPPG Tempurejo di Kecamatan Pesantren kini resmi dihentikan operasionalnya untuk sementara waktu.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, ditemukan bakteri Escherichia coli (E.coli) pada sampel makanan, serta fakta bahwa pengelola belum melakukan uji organoleptik.

“Kami telah berkoordinasi dengan BGN, sementara ini SPPG Tempurejo akan di-‘suspend’ (dihentikan). Dan nantinya kami akan menunggu hasil lebih lanjut dari keputusan BGN seperti apa,” jelas Mbak Wali.

Selain masalah bakteri, Pemkot Kediri juga menyoroti kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Vinanda mengingatkan agar seluruh SPPG segera melengkapi dokumen tersebut sebagai syarat mutlak operasional.

“Beberapa waktu lalu kami telah rapat dengan seluruh SPPG dan yang belum memiliki SLHS, kami beri waktu untuk menyelesaikan. Jangan sampai melebihi batas waktu yang telah disepakati karena SLHS ini kan syarat utama,” tambahnya.

Kondisi Siswa Berangsur Pulih

Data terbaru mencatat jumlah siswa yang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing mencapai 73 anak, berasal dari SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1.

Meski sebagian besar sudah mulai kembali bersekolah hari ini, masih terdapat lima siswa yang menjalani pemulihan di rumah.

“Kami sudah lakukan tes kesehatan pada anak-anak dan kondisinya mulai stabil. Untuk yang belum masuk kami melakukan pemantauan terus. Alhamdulillah tidak ada yang dirawat di rumah sakit semua perawatan di rumah,” tutup Vinanda.

Dinas Kesehatan Kota Kediri dipastikan akan terus memantau kondisi para siswa terdampak hingga pulih total, sembari memastikan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *