FAKTAJATIM.ID – Suasana di Pendopo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, berubah drastis pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini.
Rumah dinas bupati tersebut kini tertutup rapat dan dijaga ketat, memutus akses publik yang biasanya bebas dinikmati warga.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (12/4/2026), pintu gerbang utama telah ditutup sejak Jumat (10/4) petang, sesaat setelah kabar penangkapan Bupati Gatut Sunu Wibowo mencuat.
Warga Kecewa Gagal Nikmati Fasilitas Publik
Kebijakan penutupan ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Kompleks Pendopo yang biasanya menjadi titik keramaian saat Car Free Day (CFD) kini steril dari pihak luar.
Warga yang berniat mengunjungi taman rusa atau kebun binatang mini di dalam area tersebut terpaksa harus berbalik arah.
Kekecewaan pun dirasakan oleh sejumlah warga yang sudah datang dari jauh. Salah satunya adalah Bagus, yang sengaja datang bersama keluarganya untuk berekreasi.
“Biasanya sudah dibuka pagi, tapi saat datang masih tertutup,” ujarnya dengan nada kecewa.
Selama ini, Pendopo Tulungagung memang dikenal sebagai ruang publik yang inklusif, di mana masyarakat dapat berinteraksi sosial dan memanfaatkan fasilitas rekreasi, terutama pada akhir pekan.
Belum Ada Keterangan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengenai alasan penutupan akses tersebut maupun estimasi kapan gerbang akan kembali dibuka untuk umum.
Minimnya informasi resmi ini dinilai warga sangat mengganggu kenyamanan mereka dalam memanfaatkan fasilitas negara.
Masyarakat berharap agar permasalahan hukum yang menjerat pimpinan daerah tidak lantas mengorbankan hak warga atas akses ruang publik.
Mereka menuntut adanya keterbukaan informasi dan keberlanjutan layanan agar fungsi sosial pendopo tidak hilang meski sedang dalam pengawasan pihak berwajib.













