FAKTAJATIM.ID – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan stok Liquified Petroleum Gas (LPG) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Jawa Timur dalam kondisi stabil dan mencukupi.
Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan bijak dalam mengonsumsi energi guna menjaga kelancaran distribusi di seluruh daerah.
Pernyataan ini dikeluarkan merespons dinamika kebutuhan energi masyarakat pada periode Maret hingga April 2026. Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terus melakukan pengawasan ketat agar tidak terjadi praktik spekulasi atau penimbunan.
“Berdasarkan pemantauan kami bersama pihak terkait, stok LPG di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai melakukan panic buying. Gunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan,” ujar Khofifah di Surabaya, Selasa (7/4/2026).
Penguatan Pengawasan Lewat Keputusan Gubernur
Sebagai langkah konkret memperkuat tata kelola, Pemprov Jatim telah menerbitkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/150/013/2025 tentang Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian LPG Tabung 3 Kilogram.
Tim ini bertugas melakukan pembinaan, pengawasan, hingga evaluasi agar subsidi negara tepat sasaran.
Khofifah menyoroti masih adanya sektor usaha menengah ke atas seperti hotel, restoran, kafe, hingga usaha binatu yang menggunakan LPG subsidi. Ia mendorong sektor-sektor tersebut beralih ke LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg hingga 50 kg.
“Kami ingin memastikan bahwa distribusi LPG 3 kilogram ini tepat sasaran. Karena LPG subsidi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga harus kita jaga bersama agar tidak disalahgunakan,” tegas Khofifah.
Penanganan Kendala Distribusi di Banyuwangi dan Bojonegoro
Menanggapi laporan kesulitan mendapatkan LPG 3 kg di beberapa titik, Gubernur menjelaskan bahwa hal tersebut murni kendala teknis distribusi, bukan kelangkaan stok.
Di Kabupaten Banyuwangi, Pertamina telah melakukan langkah cepat dengan menambah pasokan secara masif.
“Pemprov Jatim bersama Pertamina kemudian melakukan langkah cepat melalui penyaluran tambahan sebanyak 103.600 tabung selama Maret 2026 atau sekitar 163 persen dari penyaluran reguler. Bahkan jika ditambah penyaluran fakultatif, total distribusi mencapai 110.320 tabung atau setara 173,8 persen dari rata-rata normal,” ungkapnya.
Kondisi serupa di Desa Tulung Rejo, Bojonegoro, juga telah tertangani melalui koordinasi dengan agen PSO dan kepolisian. Penambahan suplai fluktuatif telah dilakukan pada pertengahan Maret lalu.
“Dalam koordinasi tersebut, kami meminta agen untuk memprioritaskan penyaluran ke pangkalan yang stoknya menipis. Selain itu telah dilakukan penambahan suplai dengan alokasi fluktuatif pada tanggal 19 dan 22 Maret 2026. Untuk penyaluran LPG telah berjalan normal,” jelasnya.
Sinergi Lintas Sektor
Pemprov Jatim berkomitmen terus bersinergi dengan Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, serta jajaran TNI/Polri melalui Satgas Pangan untuk memastikan keamanan energi.
Gubernur juga mengingatkan masyarakat agar selalu membeli kebutuhan energi di pangkalan resmi guna menghindari permainan harga di tingkat pengecer ilegal.
“Koordinasi lintas sektor terus kami lakukan secara intensif. Kami ingin memastikan distribusi LPG berjalan lancar, merata, dan tepat sasaran, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan LPG, khususnya tabung 3 kilogram,” kata Khofifah.
Di akhir keterangannya, ia kembali mengajak kelompok masyarakat mampu untuk menunjukkan kepedulian sosial dengan tidak mengambil hak warga prasejahtera.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan resmi dan tidak terpancing isu yang tidak tepat. Bagi masyarakat yang mampu, kami juga dorong untuk menggunakan LPG nonsubsidi agar subsidi tepat sasaran,” pungkasnya.















