Daerah  

Pemprov Jatim Salurkan Bansos Rp8,35 Miliar di Tuban, Fokus pada Kelompok Rentan dan Modal Usaha

/Dok. Pemprov Jatim

FAKTAJATIM.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp8,35 miliar bagi masyarakat Kabupaten Tuban melalui program “Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan”.

Penyaluran dana yang bersumber dari berbagai perangkat daerah dan BUMD ini ditargetkan untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus memberikan stimulus modal usaha bagi warga.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa distribusi bantuan di Tuban merupakan titik ke-10 dari rangkaian program serupa.

Ia menekankan pentingnya akurasi data agar bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak.

“Ini adalah proses Sapa Bansos Amaliyah Ramadhan yang ke-10. Kita berharap seluruh proses distribusi bansos tepat sasaran dan tepat pemakaian. Ada bantuan yang diarahkan untuk penguatan modal usaha, tetapi ada juga yang bersifat charity bagi kelompok rentan, seperti lansia dan penyandang disabilitas,” ujar Khofifah di Tuban, Jumat (6/3/2026).

Rincian Alokasi Dana

Total bantuan sebesar Rp8.358.950.000 tersebut didominasi oleh anggaran dari Dinas Sosial Provinsi sebesar Rp7,14 miliar. Alokasi tersebut mencakup beberapa sub-program utama:

  • PKH Plus: Rp4,008 miliar untuk 2.004 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

  • Kemiskinan Ekstrem: Rp1,89 miliar untuk 1.263 jiwa.

  • Penyandang Disabilitas (ASPD): Rp561,6 juta bagi 156 jiwa.

  • Pendidikan (KIP Putri & PPKS Jawara): Total Rp306 juta untuk 102 penerima.

Selain bantuan langsung, Pemprov Jatim juga mengalokasikan Rp375,4 juta sebagai tali asih dan dukungan operasional bagi pilar sosial seperti pendamping PKH, TKSK, dan Tagana.

Dorong Kemandirian Ekonomi

Selain bantuan yang bersifat karitatif, pemerintah juga menyalurkan zakat produktif melalui BUMD Jatim senilai Rp25 juta untuk 50 pelaku usaha kecil.

Khofifah meminta pemerintah daerah untuk tidak hanya mengandalkan bantuan jangka pendek, tetapi juga mengintegrasikannya dengan program pemberdayaan.

“Seluruh bantuan ini adalah bagian dari ikhtiar Pemprov Jatim untuk memastikan masyarakat rentan tetap terlindungi sekaligus mendorong kemandirian ekonomi mereka. Kita punya banyak program bantuan sosial yang bisa dikolaborasikan dengan kabupaten/kota. Ini penting agar bantuan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga menjadi bantalan ekonomi sekaligus pengungkit bagi kemandirian serta ketahanan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, mengapresiasi langkah pemerintah provinsi dalam membantu menambal kebutuhan masyarakat di daerahnya.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Gubernur Khofifah atas perhatian dan kepeduliannya kepada masyarakat Kabupaten Tuban.

Bantuan yang diberikan hari ini tentu sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Aditya.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi penyangga ekonomi bagi kelompok masyarakat terbawah di Tuban di tengah dinamika ekonomi selama masa Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *