FAKTAJATIM.ID — Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat penataan dan penguatan sistem irigasi nasional guna mengantisipasi dampak fenomena El Nino 2026.
Salah satu fokus utama dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan air Waduk Bajulmati di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menjamin pasokan air bagi kawasan sentra pangan.
Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya strategi mitigasi dari hulu agar kegiatan bercocok tanam tidak terhenti selama kemarau panjang.
“Kita tidak boleh menunggu krisis terjadi. Prinsip kita adalah mitigasi dari hulu. Air harus tersedia, irigasi harus berfungsi, dan petani harus tetap bisa menanam,” tegas Mentan Amran.
Sebagai wujud konkret, Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementan melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi Jaringan Irigasi Tersier Waduk Bajulmati pada Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: Pastikan Bantuan Terditribusi dengan Baik, Wagub Rano Tinjau Lokasi Terdampak Banjir
Air Waduk Cukup untuk 1.800 Hektare Sawah Hingga Satu Tahun Lebih
Sekretaris Ditjen LIP, Dhani Gartina, menekankan bahwa potensi air waduk tidak boleh terbuang sia-sia ke laut.
Sinergi antara Kementan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), BBWS Brantas, dan Pemda terus diperkuat agar kawasan irigasi di Banyuwangi hingga Situbondo terhindar dari ancaman gagal panen (puso).
“Sejak 2015 Waduk Bajulmati sudah beroperasi. Pertanian pada luas baku sekitar 1.800 hektare ini Alhamdulillah sudah mencapai Indeks Pertanaman (IP) tiga kali dan masih bisa ditingkatkan lagi,” ujar Dhani.
Kepastian keandalan pasokan air ini turut ditegaskan oleh Kepala Satuan Operasi UPP 1 Unit Pengelolaan Bendungan 1 BBWS Brantas, Ferry. Ia menyebut volume tampungan waduk saat ini berada di angka yang sangat aman.
“Saat ini volume tampungan masih lebih dari 8 juta meter kubik sehingga pasokan air irigasi sangat aman. Berdasarkan perhitungan kami, air masih mampu bertahan sekitar 480 hari atau lebih dari satu tahun hingga batas minimum tampungan,” terang Ferry.
Peluang Perluasan 1.500 Hektare Sawah Tadah Hujan
Keberadaan waduk ini telah memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani, terutama di wilayah timur Kecamatan Wongsorejo, dengan meningkatnya frekuensi tanam dari dua kali menjadi tiga kali setahun.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, Danang Hartanto, mengungkapkan adanya potensi pengembangan jaringan irigasi baru ke wilayah barat yang masih mengandalkan sistem tadah hujan.
“Ke depan masih terdapat potensi pengembangan sekitar 1.500 hektare sawah tadah hujan di sisi barat yang saat ini masih kering. Kami akan mengusulkan kepada Kementerian Pertanian agar dilakukan kajian sehingga wilayah tersebut juga dapat memperoleh layanan irigasi,” pungkas Danang.
Baca Juga: Pastikan Bantuan Terditribusi dengan Baik, Wagub Rano Tinjau Lokasi Terdampak Banjir















