Update Harga Pangan Jatim Ramadan: Cabai Rawit Merah Terus Menanjak, Beras Medium Stabil

/Dok. Kontan

FAKTAJATIM.ID  – Memasuki hari ke-14 Ramadan 1447 Hijriah, fluktuasi harga komoditas pangan di Jawa Timur mulai menunjukkan pergerakan signifikan. Berdasarkan data terbaru dari laman Siskaperbapo pada Rabu (4/3/2026) pukul 11.58 WIB, cabai rawit merah menjadi komoditas yang paling menonjol kenaikannya, sementara harga beras terpantau masih stabil.

Cabai Rawit Merah Kian Pedas

Harga cabai rawit merah di Jawa Timur hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp1.300 per gram (atau setara Rp1.300.000 per kg jika diakumulasikan, namun secara rata-rata di pasar mencapai Rp89.799 per kg).

Kenaikan ini disinyalir akibat tingginya permintaan konsumen menjelang Idul Fitri serta faktor cuaca yang memengaruhi produktivitas lahan pertanian.

Rapor Harga Beras di Berbagai Wilayah

Untuk komoditas beras medium, harga rata-rata di Jawa Timur masih bertahan di angka Rp12.906 per kg. Meski secara rata-rata stabil, terdapat ketimpangan harga yang cukup mencolok antar wilayah:

  • Harga Tertinggi: Kota Madiun dan Kabupaten Jombang (Rp13.666 per kg).

  • Harga Terendah: Kabupaten Lumajang (Rp11.700 per kg).

Daftar Lengkap Harga Sembako Jawa Timur (4 Maret 2026)

Bagi masyarakat yang ingin menyusun anggaran belanja rumah tangga, berikut adalah rincian harga rata-rata komoditas pangan di Jawa Timur hari ini:

KomoditasHarga Rata-rataSatuan
Beras PremiumRp14.875per kg
Beras MediumRp12.906per kg
Gula Kristal PutihRp16.719per kg
Daging Sapi (Paha Belakang)Rp120.571per kg
Daging Ayam RasRp38.605per kg
Telur Ayam RasRp29.701per kg
Cabai Rawit MerahRp89.799per kg
Cabai Merah KeritingRp31.234per kg
Bawang MerahRp36.518per kg
Bawang PutihRp31.265per kg
MinyakitaRp16.097per liter
Minyak Goreng CurahRp18.942per liter

Faktor Pemicu Fluktuasi

Ketidakstabilan harga pangan di tengah bulan Ramadan ini dipicu oleh beberapa faktor fundamental, di antaranya:

  1. Permintaan Musiman: Lonjakan konsumsi rumah tangga menjelang hari besar keagamaan.

  2. Kondisi Alam: Cuaca ekstrem yang berpotensi memicu gagal panen di sentra produksi.

  3. Logistik: Fluktuasi harga bahan bakar yang berdampak pada biaya distribusi.

  4. Kebijakan: Pengaruh regulasi pemerintah terkait stok dan impor pangan.

Mengingat harga sembako dapat berubah sewaktu-waktu, konsumen diimbau untuk terus memantau perkembangan harga secara harian agar dapat mengelola pengeluaran kebutuhan pokok dengan lebih bijak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *